Sabtu, 26 Mei 2012

Mobil Murah Diproduksi Mulai 2012


Mobil Murah Diproduksi Mulai 2012

Program mobil murah segera terealisasi. Pemerintah menargetkan tahun depan Indonesia sudah bisa memproduksi 1.000 unit mobil murah. Mobil ini akan diprioritaskan di daerah-daerah perdesaan.

Ilustrasi - teknomotif.wordpress.comDeputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawady menuturkan, mobil murah tersebut terdiri atas dua jenis, yakni kluster IV dan low cost. Mobil kluster IV berharga Rp30-40 juta per unit, sedangkan low cost dijual sekitar Rp80 juta per unit. ”Itu nanti namanya mobil KITA. Produksi mobil murah ini ditargetkan mencapai dua juta unit hingga 2020, namun tahun pertama sekitar 1.000 mobil,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Mobil murah menjadi tren belakangan ini, terutama di negara-negara berkembang.Di India, industri mobil murah telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Mobil murah dengan mengusung mesin di bawah 1.000cc yang banyak dibicarakan adalah Nano,yang diproduksi perusahaan automotif India, Tata Motors. Di negara itu,Tata Nano dijual seharga USD2.500 per unit (sekitar Rp21 juta).
Edy Putra menuturkan, mobil KITA tersebut bisa sangat murah lantaran semua komponen pendukung berasal dari dalam negeri.Penghematan biaya produksi juga dari cost royalti, desain, dan perpajakan.” Bisa murah karena distorsi itu hilang. Local content lebih banyak,”ujarnya. Dia mengatakan,mobil murah itu diupayakan agar tidak menjadi objek pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM). Saat ini pun tidak semua mobil bisa dikatakan barang mewah. ”Seperti mobil untuk angkutan pasar.
Untuk itu, pemerintah mencoba membuat agar mobil yang diproduksi tidak masuk dalam kategori PPn BM,”ungkapnya. Dia menambahkan, harga mobil KITA bisa lebih murah lagi apabila dalam produksinya sama sekali tidak mengimpor pelat baja dari luar negeri. ”Kalau semua komponen bisa lokal semua, harga akan jauh lebih murah.Target kita memang 2012 sudah bisa diproduksi,” ucapnya. Wacana tentang mobil murah sebelumnya disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Menurutnya, pemerintah menargetkan bisa menciptakan mobil murah sekaligus ramah lingkungan (green car) dengan harga Rp75–80 juta. Mobil jenis ini menyasar kelas menengah sebagai target penjualan. Lantaran masih dalam penjajakan, kata Hidayat, ada kemungkinan produksi mobil ini bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). ”Kita punya program low cost and green car, kita bercitacita untuk digunakan di Indonesia,walaupun harganya murah, tapi kita jamin enginenya bagus,”katanya.
Soal harga, kata MS Hidayat, sengaja dipatok pada kisaran Rp75-80 juta agar terjangkau masyarakat kelas menengah. ”Jadi kita tawarkan kepada principal untuk membuat program sekaligus research and development-nya dari Jepang,” kata Hidayat. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi menilai,target pemerintah untuk memproduksi mobil murah dengan harga Rp30-40 juta sulit untuk direalisasikan. Kondisi infrastruktur, terutama jalan di pedesaan, tidak mendukung keberadaan mobil murah.
”Jalan di perdesaan itu rusak, sehingga butuh mobil yang benar-benar bagus. Saya tidak bisa membayangkan kalau mobil seharga Rp40 juta bisa dipakai di perdesaan.Daihatsu menjual mobil paling murah itu jenis pick up sekitar Rp89 juta,”kata Sudirman yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan, saat ini masing-masing pabrikan masih menunggu regulasi terkait mobil murah yang hingga kini belum dikeluarkan pemerintah. Kalangan industri automotif sebelumnya memberikan masukan tentang regulasi itu.
”Kami sudah memberikan masukan kepada pemerintah melalui Kementerian Perindustrian. Misalnya, apakah akan sama dengan regulasi yang diterapkan Thailand atau tidak.Tapi,belum ada follow up dari pemerintah,”ujarnya. Sudirman menjelaskan, regulasi terkait mobil murah harus menjelaskan secara rinci, terutama tentang sisi teknis persyaratannya. ”Untuk pengembangan model baru itu butuh waktu tiga tahun.Emisinya harus jelas,” ucap Sudirman.
Ketua I Gaikindo Jongky D Sugiharto menyambut baik dan mendukung rencana produksi mobil murah. Namun, pabrikan akan lebih dulu melihat seperti apa perlakuan khusus, terutama terkait pembebasan pajak yang akan diberikan pemerintah kepada masing-masing pabrikan yang siap untuk memproduksi mobil murah. ”Jadi, harus dilihat dulu seperti apa persyaratan teknis di regulasi mobil murah. Selain itu, juga harus dilihat seperti apa keringanan pajak yang bisa didapatkan oleh pabrikan,”kata Jongky.
Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsyah mengatakan,tantangan utama memproduksi mobil murah adalah pasar.Pasar akan menguji kelayakan produk suatu produk automotif.”Paling sulit adalah apakah pasar bisa menyukai mobilnya atau tidak. Jadi, tidak sekadar menjual. Dulu, pernah ada sebuah produk truk besar yang diproduksi dengan harga murah, tapi ternyata tidak laku karena pasar tidak suka,”tandasnya.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar