Selasa, 01 Mei 2012

Berbagai Kegiatan Warnai Hardiknas 2012


Berbagai Kegiatan Warnai Hardiknas 2012

04/30/2012 (All day)
Jakarta --- Menyongsong peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar berbagai kegiatan sejak April sampai Juni. Peringatan tiap 2 Mei ini akan diwarnai dengan kegiatan rutin upacara, dan resepsi pada malam harinya. Pameran internal di halaman parkir gedung Kemdikbud juga digelar. “Stan-stan pameran sedang digarap,” kata Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Gedung Kemdikbud, Senin (30/04).
Dalam resepsi Hardiknas nanti, akan dilakukan penandatanganan dengan Garuda dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni). “Kami akan menyerahkan beasiswa kepada keluarga penyandang cacat,” katanya.
Menteri Nuh juga akan menyerahkan Al-Qur’an Braille, komputer bicara, dan buku-buku Braille. Pemutaran film animasi pun telah disiapkan untuk menghibur siswa-siswi pada kesempatan tersebut.
Untuk puncak acara Hardiknas, sampai saat ini masih tersedia dua alternatif jadwal yakni 21-22 Mei, atau 4-6 Juni. Acara puncak akan diadakan di Istora Senayan Jakarta, dan direncanakan akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Puncak Hardiknas direncanakan digabung dengan Hari Kebangkitan Nasional seperti tahun lalu,” tutur Menteri Nuh.
Tema Hardiknas kali ini adalah “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”. Tema tersebut disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk menyiapkan generasi emas hadiah ulang tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 nanti. Tahun ini dianggap sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. “Dari 2012-2035 Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua,”  ujar Mendikbud.
Dengan bonus demografi tersebut, pemerintah telah menyiapkan grand design pendidikan. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan gerakan PAUDisasi. Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan ruang kelas baru dilakukan secara besar-besaran, serta intervensi khusus untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA. “2020 nanti, minimal pekerja kita lulusan SMA,” katanya. Peningkatan APK perguruan tinggi juga dilakukan dengan meningkatan akses, memastikan keterjangkauan, dan memastikan ketersediaan. (AR)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar