Minggu, 20 Mei 2012

Tukar Koin dan Rokok Rusia di Posko Sukhoi


foto
Tim SAR Rusia tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (12/5). Tim ini akan berangkat ke lokasi kejadian jatuhnya pesawat Minggu pagi pukul 07.00 WIB, untuk membantu proses evakuasi korban Sukhoi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Tukar Koin dan Rokok Rusia di Posko Sukhoi  

TEMPO.COBogor - Indonesia memberi tambahan waktu tiga hari kepada tim SAR Rusia untuk melakukan penyelidikan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dari Jumat, 18 Mei 2012, sampai Ahad, 20 Mei 2012.

Sebelum mendapat tambahan waktu, tim Rusia di Posko Evakuasi Pasir Pogor lebih banyak berada di sekitar tenda yang mereka dirikan, yakni di halaman upacara dan bawah lapangan sepak bola SMPN 1 Cijeruk. Sebanyak empat tenda, berikut tenda khusus toilet dan dapur umum, berada di halaman sekolah. Sedangkan tiga tenda, termasuk tenda komando, terletak di dekat helipad.

Untuk mengisi kejenuhan, terkadang beberapa anggota SAR Rusia keluar tenda dan berjalan di sekitar posko. Malah ada juga yang berinteraksi dengan anak-anak Kampung Pasir Pogor. Misalnya dua pria dan satu perempuan Rusia sempat bertukar uang koin dengan sekelompok bocah lokal. Koin warna kuning emas ditukar dengan uang koin pecahan Rp 500 milik sang bocah.

Meski terhalang pagar sekolah, tim Rusia dan anak kampung itu terlihat senang. Sambil tertawa, tentu dengan bahasa Rusia, mereka mengucapkan terima kasih kepada bocah dan warga Cipelang atas keramahannya. "Lumayan uang Rusia ini buat kenang-kenangan, Ppak," ujar Firman, 8 tahun, salah seorang bocah yang bertukar koin.

Lain lagi pemandangan di tenda komando Tim Rusia. Pada Jumat siang, sejumlah warga terlihat mengirimkan belasan batang bambu yang baru ditebang. Bambu tersebut lantas digotong dan dipotong-potong oleh tim Rusia. Bambu Cipelang itu mereka jadikan bilah kecil menyerupai pagar. "Itu bukan untuk alat operasi SAR, tapi untuk membuat penutup di halaman tenda saja," ucap seorang anggota tim Rusia yang fasih berbahasa Indonesia.

Anggota Perlindungan Masyarakat Desa Cipelang, E. Kosasih, mengatakan bambu dibeli Tim Rusia seharga Rp 10.000 per batang. Sejak pagi dia meminta warga menebangnya di kebun. "Tadi minta 50 batang. Mungkin mau buat pagar di sekeliling sekolah."

Awal kehadiran di Posko Cipelang, tim Rusia terkesan tak bersahabat. Namun, ternyata bukan tidak ramah. Kendala bahasa membuat mereka sulit berkomunikasi. Apalagi mereka juga tak fasih berbahasa Inggris. Bahkan, salah seorang anggota tim Rusia melalui Danrem Suryakencana sempat memberi sebatang rokok asli Rusia ketika Tempo nyanggon dekat tenda komando. Rokok tanpa filter dan tanpa cengkih ini ujung kertasnya seperti karton yang dilipat-lipat. "Enak?" kata satu orang Rusia sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya.

ARIHTA U SURBAKTI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar