Minggu, 20 Mei 2012

DPRD Jateng Tuding Dinas Bina Marga Tak Adil Alokasikan Anggaran


Lebih Prioritaskan Timur Pantura, Wilayah Lain Amburadul

DPRD Jateng Tuding Dinas Bina Marga Tak Adil Alokasikan Anggaran

MINGGU, 20 MEI 2012 00:46 WIB
 
LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Jateng mengkritisi kebijakan Dinas Bina Marga yang selama ini dinilai tak merata dalam mengalokasi anggaran dana pemeliharaan jalan.
Menurut anggota Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, Dinas Bina Marga Jateng lebih memprioritaskan anggaran dana pemeliharaan di wilayah timur Pantai Utara (Pantura).
“Sedang untuk anggaran dana pemeliharaan jalan di wilayah tengah dan barat nilainya kecil,” katanya di Semarang.
Menurutnya, berdasarkan data paket pengadaan barang dan pekerjaan konstruksi APBD 2012 di Dinas Bina Marga Jateng, untuk anggaran dana pemeliharaan jalan provinsi di wilayah timur mencapai Rp Rp 109,7 miliar.
Sedangkan, untuk wilayah barat nilainya hanya Rp 50 miliar dan wilayah tengah anggarannya hanya senilai Rp 53,995 miliar.
Dengan alokasi anggaran yang tak sama, lanjut anggota dewan dari Fraksi PKS ini, maka pertumbuhan ekonomi di Jateng belum bisa merata. “Saat ini, penyelesaian pembangunan jalan wilayah tengah, yakni jalur selatan perbatasan Jawa Timur (Jatim)-Wonogiri-Purworejo-Kebumen sampai Cilacap belum rampung. Bahkan, sampai saat ini mandek,” ujarnya.
Padahal, menurut Hadi, untuk jalanan di wilayah Jatim (perbatasan Jateng) sudah selesai, yang terdiri dari empat lajur. Namun, ketika memasuki wilayah Wonogiri Jawa Tengah menjadi sempit, karena pembangunan jalannya belum rampung.
“Sampai sekarang pembebasan lahannya belum rampung. Sehingga, pembangunan jalan berhenti,” tandas anggota dewan asal Wonogiri ini.
Secara terpisah, anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Wahyudin Noor Aly, mengatakan distribusi alokasi anggaran dana pemeliharaan jalan provinsi memang belum adil.
Mestinya pemerintah, dalam hal ini Dinas Bina Marga Jateng tak membedakan anggaran pemeliharaan jalan antara wilayah timur, tengah dan barat.
Sedangkan, Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Danang Atmodjo, ketika dikonfirmasi wartawan menyatakan dalam mengalokasikan anggaran dana pemeliharaan jalan sudah disesuaikan tingkat kerusakan jalan di masing-masing wilayah.
“Bila kerusakan jalan di satu wilayah cukup parah, maka alokasi anggarannya otomatis lebih besar dibandingkan wilayah lain yang kerusakan jalannya ringan,” tandasnya. @yuwana/st


Editor: Rudi
Rubrik : headline protonomi , JAWATENGAH , proOTONOMI , Terkini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar