Senin, 07 Mei 2012

Seni Tari Masih Miliki Peluang Bagus


SUARA KEDU
07 Mei 2012
TAMU KITA
Seni Tari Masih Miliki Peluang Bagus
 0
 
  0
MENARI tak bisa dipisahkan dari keseharian Werdi Widati Lupikaningtyas (18), warga Sumberan Barat RT 02/ RW II, Wonosobo. Begitu sukanya dengan dunia tari, Yangipik, demikian sapaan akrabnya, bercita-cita menjadi dosen tari.
Gadis yang masih duduk di bangku SMA 2 Wonosobo kelas XII ini bermaksud melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama di Yogyakarta mengambil jurusan seni tari. Langkah studi yang dia pilih bukan tanpa alasan.
Menurut dia, seni tari masih memiliki peluang bagus untuk mengembangkan karir ke depan. ’’Kalau tidak berkembang di Indonesia, mungkin akan berkembang di luar negeri. Saya akan mencoba menekuni dunia tari dengan total,’’ katanya.
Dapat Dukungan
Anak terakhir dari empat bersaudara pasangan Suwoko dan Lungit Sadwinarsih ini patut mendapat dukungan.
Pasalnya, dia mampu memperlihatkan kebolehannya di dunia seni tari dengan menyabet beberapa penghargaan seperti pernah menjadi Duta Seni Indonesia di Singapura tahun 2011 dan Juara 1 lomba seni tari tingkat Karesidenan Kedu.
Cita-cita yang dia impikan pun mendapat dukungan dari kedua orang tuanya yang juga menjadi penggiat seni tari di Wonosobo.
Menurut dia, tari adalah kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Kurang minatnya generasi muda terhadap seni tari justru membuka peluang lebar untuk eksis di dunia tari. ’’Saya juga ingin memiliki sanggar sendiri di Yogyakarta dan Solo,’’ tuturnya.
Meskipun umurnya terbilang masih belia namun keterampilannya dalam menari sudah tidak diragukan lagi. Bahkan dia saat ini sudah menguasai konsep koreografi sekaligus sudah mempraktikkannya ke dalam sebuah karya tari.
’’Tari Gebyar Pesona Wonosobo yang baru dibuat itu salah satu koreografernya adalah saya,’’ akunya.
Dia mulai belajar tari sejak usia SD. Waktu itu dia juga sudah pernah main sinetron anak berjudul Kabut Telah Berlalu yang ditayangkan di televisi. Jenis tari yang ingin dia kembangkan adalah tari Jawa klasik.
Menurut dia, tari klasik lebih memiliki karakter dan pesona tersendiri. Selain itu, penguasaan tari klasik menjadi syarat utama untuk menciptakan jenis tari yang lain. (Rinto Hariyadi-15)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar