Sabtu, 05 Mei 2012

Pergerakan Tektonik Tak Mengubah Arah Kiblat

Suara Merdeka

30 April 2012 | 15:57 wib
Pergerakan Tektonik Tak Mengubah Arah Kiblat
 0
 
  7

SEMARANG, suaramerdeka.com - 
Pergerakan lempeng tektonik tidak berpengaruh terhadap arah kiblat. Pasalnya pergerakan lempeng dalam setahun kurang dari seper satu juta derajat, jadi secara praktis tidak memengaruhi posisi lintang dan bujur geografis Makkah atau posisi tempat pengamat.
Hal itu disampaikan Astronom Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, dalam diskusi tentang arah kiblat di Aula Kampus IAIN Walisongo, Senin (30/4). Lempeng tektonik memang berubah posisi, namun tidak terlalu tinggi intensitasnya.
Dalam waktu setahun kecepakan gerakan lempeng 1-10 sentimeter atau bergerak sejauh 1.000 kilometer dalam 10-100 juta tahun. "Perubahan posisi pengamat dan kakbah akibat gerakan lempeng tektonik tahunan atau ratusan tahun masih tergolong kecil untuk keperluan penentu arah kiblat," katanya.
Isu pergerakan lempeng masih menjadi pertanyaan di masyarakat, karena letak Indonesia berada di perbatasan antara Lempeng Eurasia, lempang India-Australia dan lempeng Filipina. Muncul kegelisahan di masyarakat lempeng berpengaruh terhadap arah kiblat pada masjid-masjid tua di Indonesia.
Isu gempa juga menjadi tema, karena menimbulkan pergeseran pada bangunan. Anggota Badan Hisah Rukyah Nasional ini mengatakan kawasan yang dekat dengan pusat gempa dan mengalami kerusakan bangunan, daerah yang longsor atau tanahnya bergeser perlu mengukur ulang arah kiblat. Sedangkan bagi kawasan yang hanya merasakan getaran gempa dan jauh dari pusat gempa praktis tidak mengalami perubahan arah kiblat akibat pergeseran fondasi bangunan.
( Zakki Amali / CN32 / JBSM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar