Rabu, 16 Mei 2012

LAPAN: Jangan Kaitkan Sukhoi Jatuh dengan Mistis


LAPAN: Jangan Kaitkan Sukhoi Jatuh dengan Mistis
1
Headline
ist
Oleh: Anton Hartono
metropolitan - Rabu, 16 Mei 2012 | 04:30 WIB
Berita Terkait
Powered by Translate
INILAH.COM, Jakarta - Adanya pihak yang mengait-ngaitkan antara kejadian mistis dengan peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100), dinilai tidak tepat.

Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan dari Lembaga Penerbangam dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin menegaskan bahwa kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita mistis.

"Kalau mengkaitkan dengan mistis itu bukan sains. Terkait spekulasi dan kemungkinan penyebab jatuhnya Sukhoi, kita tidak bisa mengambil justifikasi atau kesimpulan terlalu dini. Kita harus menunggu hasil dari KNKT," ujarnya, Selasa (15/5/2012).

Dirinya menceritakan bahwa saat pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 melintasi kawasan Gunung Salak, Jawa Barat sempat terhalang gumpalan awan Cumolo Nimbus sebelum pesawat tersebut mengalami hilang kontak.

Dari pengamatannya, dasar awan tersebut berada pada ketinggian 2.000 kaki dan puncak awan berada pada ketinggian 11.231 Kilometer atau 37.436 kaki.

Saat itu diketahui, pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang sedang melakukan demo penerbangan atau Joy Flight, sempat meminta izin untuk menurunkan ketinggian dari 10.000 kaki menjadi 6.000 kaki.

Hingga akhirnya pesawat hilang kontak antara pukul 14.00 WIB dan 15.00 WIB. Bersamaan dengan itu, terdeteksi adanya gumpalan awan di sekitar Gunung Salak.

"Menaikkan pesawat untuk mengatasi awan mungkin dianggap terlalu tinggi, dari 10.000 kaki dan harus terbang melebihi 37.000 kaki. Pilihan minta izin menurunkan 6.000 kaki mungkin juga didasarkan pertimbangan ada sedikit celah yang terlihat di bawah, tetapi terlambat memperhitungkan resiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung," tambahnya. [gus]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar