Minggu, 13 Mei 2012

Jelang Pilkada, APBD Rawan Dimanfaatkan Incumbent


13 Mei 2012 | 17:53 wib
Jelang Pilkada, APBD Rawan Dimanfaatkan Incumbent
 0
 
  1
 
JAKARTA, suaramerdeka.com - Setiap lima tahun, ratusan Pemilihan Umum Langsung Kepala Daerah (pilkada) digelar di seluruh Indonesia. Indonesia Budget Center (IBC) mengkhawatirkan, setiap menjelang pilkada, APBD rawan dimanfaatkan untuk kepentingan Incumbent atau kepala daerah yang kembali maju sebagai calon periode berikutnya.
Peneliti IBC Roy Salam mencontohkan, belanja hibah APBD Provinsi DKI Jakarta pada tahun anggaran 2012, dialokasikan sebesar Rp 1,37 triliun atau naik 8 kalilipat dibanding alokasi tahun 2007 sebesar Rp 177 miliar. "Meski dalam 5 tahun
terus-terusan dianggarkan naik, namun kenaikan hingga 215 persen jelang pilkada sangat tidak wajar," ujar Roy kepada Suara Merdeka, Minggu (13/5).
Menurutnya, hal tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia menjelang berlangsungnya pilkada. Terutama jika sang kepala daerah lama kembali mencalonkan sebagai kepala daerah periode selanjutnya. "Itu yang paling nyata, naiknya belanja hibah dan bansos secara tidak wajar. Trend kenaikan tersebut terjadi di hampir semua daerah yang melaksanakan pilkada," ujarnya.
Roy juga menambahkan, temuan serupa juga diperoleh LSM Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Brebes yang menyatakan bahwa dana hibah dan bansos 2 tahun menjelang Pilkada dialokasikan dengan jumlah yang fantastis. Hal ini juga diduga ada calon incumbent.
Menurut Roy, LSM Gerbak menilai pemanfaatan dana bansos dan hibah sebagai 'dana siluman' yang dimanfaatkan oleh calon incumbent menjadi keuntungan sendiri untuk mendulang dukungan dari masyarakat.
( Mahendra Bungalan / CN32 / JBSM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar