Senin, 21 Mei 2012

87 Ribu Jeep Wrangler Ditarik dari Pasaran


foto
theweeklydriver.com/Jim Frenak

87 Ribu Jeep Wrangler Ditarik dari Pasaran  

TEMPO.CO, Washington- Chrysler Group menarik 87 ribu unit Jeep Wrangler dari peredaran, menyusul ditemukannya masalah pada bagian transmisi. Kerusakan pada komponen pelindung persneling itu bisa memicu kebakaran pada mesin.

Dalam berkas yang disampaikan pada Otoritas Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat (NHTSA), Chrysler mengatakan plat pelindung (skid plate) komponen mesin dan transmisi Jeep Wrangler letaknya terlalu dekat dengan catalytic converter. Gesekan dua komponen ini bisa menimbulkan percikan api dan ujung-ujungnya mobil bisa terbakar.

"Terbakarnya mobil bisa berlangsung tiba-tiba," demikian pernyataan Chrysler seperti dikutip dari Associated Press, Senin 21 Mei 2012.

Penarikan mobil dan perbaikan massal rencananya dilakukan akhir Mei ini. Jeep Wrangler yang ditengarai memiliki masalah ini merupakan rakitan tahun 2010 dan 2012. Dari total unit yang ditarik, 68 ribu di antaranya beredar di Amerika Serikat, 6 ribu unit di Canada, 1.500 unit di Meksiko, dan sisanya di negara lain termasuk Indonesia.

Juru bicara Chrysler, Eric Mayne mengatakan segera akan mengontak seluruh pemilik mobil ini melalui email untuk kepentingan perbaikan. Chrysler saat ini sudah menjual 131 ribu unit Wrangler 2010 di seluruh dunia. Mayne menegaskan, Wrangler 2010 sudah memenuhi semua standar keselamatan yang berlaku di seluruh dunia.

Sebelumnya, NHTSA menerima laporan delapan kasus kebakaran Jeep Wrangler produksi tahun 2010. SUV mewah itu dilaporkan terbakar saat meluncur di jalan raya. Empat di antaranya hancur total.

Salah satu pemilik Wrangler bercerita, api muncul saat ia menghidupkan mesin mobil. Api itu muncul dari luar kabin, kemungkinan dari area mesin. Kebakaran makin hebat saat api menjilat sebagian cairan bensin yang bocor. "Saya mencoba memadamkan api dengan air, tapi tidak berhasil. Dalam beberapa menit mobil itu hancur total," tutur si pemilik, seperti dikutip dari dokumen NHTSA.

FERY FIRMANSYAH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar