Senin, 14 Mei 2012

Roy Minta Pengunggah Foto Hoax Korban Sukhoi Kesatria


Roy Minta Pengunggah Foto Hoax Korban Sukhoi Kesatria

Tegar Arief Fadly - Okezone
Senin, 14 Mei 2012 06:25 wib wib
Roy Suryo
Roy Suryo
JAKARTA- Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo mengklaim dirinya telah mengetahui identitas dari penyebar foto palsu korban kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Bogor. Namun Roy tidak bersedia untuk menjelaskan secara langsung identitas orang tersebut.

"Saya sengaja tidak mau menyebutnya. Tapi polisi sudah tahu. Saya sudah merekap aktivitas dia," kata Roy saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (13/05/2012).

Kendati demikian, Roy yang juga pakar telematika ini belum dapat memastikan apa motif dari penyebaran foto tersebut. Dia menambahkan, aparat kepolisian akan segera menindaklanjuti perbuatan yang dilakukan oleh seseorang berinisial 'YS' tersebut

"Saya tidak tahu. Saya enggak tahu sendiri apa motifnya. Dia  hanya menyebut seorang yang penikmat dunia maya. Saya sudah memiliki bukti, tinggal Polri menindaklanjuti," lanjutnya.

Roy menyarankan agar 'YS' secepat mungkin segera melakukan klarifikasi terkait perbuatannya tersebut. "Yang saya sayangkan, 'YS' ini malah menghapus acountnya dan tidak mengklarifikasi. Kalau dia ksatria, dia ya harus mengklarifikasi," tegasnya.

Sementara itu, menurut pengamat telematika Heru Sutadi, foto-foto yang beredar di sosial media saat ini tak sepenuhnya palsu. “Itu ada yang asli ada juga yang hoax,” katanya.

Heru mengatakan, sangat naïf bila menyalahkan sosial media atau orang per orang karena semua media televisi gencar mengabarkan perkembangan dari lokasi kejadian. “Bukan hanya tiap jam tapi secara terus menerus,” katanya.

Heru mengungkapkan, sebaiknya setiap pengguna sosial media menahan diri untuk tidak menjadikan musibah ini sebagai humor, ajang spekulasi, bahkan hoax. “Kalau menerima broadcast ya tidak usah di share atau disebarkan kembali ke BBM grup maupun media sosial,” katanya.

Terkait pernyataan Roy Suryo, Heru mengatakan, di tengah situasi seperti ini janganlah kemudian memanas-manasi dengan jerat sanksi segala macam. Apalagi semua pihak, polisi, Basarnas sedang sibuk menangani evakuasi dan identifikasi.
(ugo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar