Jumat, 11 Mei 2012

Kecelakaan Sukhoi Murni Kesalahan Pilot?


Kecelakaan Sukhoi Murni Kesalahan Pilot?

Dhurandhara HKP - detikNews
Jumat, 11/05/2012 02:49 WIB
Jakarta Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, terus menjadi perhatian para pilot termasuk pengamat penerbangan. Faktor kesalahan manusia diduga salah satu penyebab kecelakaan tragis ini.

Mantan pilot Merpati Airlines, Ronny Rosnadi yang sudah memiliki jam terbang lebih dari 33.000 jam, yakin bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan pilot.

“Saya tidak bisa untuk terus bertanya-tanya pada diri saya sendiri, mengapa pilot meminta untuk turun ke 6.000 kaki? Itu jelas melanggar izin ketinggian minimal (Minimum Obstacles Clearance Altitude/MOCA). Pada lokasi tersebut, ketinggian minimalnya adalah sekitar 11.000 kaki," terangnya seperti dilansirRussia Today, Kamis (10/5/2012)

Pesawat itu seharusnya turun ke ketinggian yang lebih rendah ketika mendekati sebuah titik di selatan Pantai Pangandara. Itu jauh lebih aman," tambahnya.

Rosnadi juga mengatakan, sang pilot kemungkinan dalam keadaan yang tak stabil. “Mungkin dia terlalu percaya diri, atau lelah. Ia melakukan penerbangan yang bersifat promosi dan itu melelahkan,” terangnya.

Sementara itu, pilot dan ahli keselamatan penerbangan Rusia, Vladimir Gerasimov ikut memberikan analisa atas jatuhnya pesawat Sukhoi pada joy flight, Rabu, 9 Mei. "Pesawat menabrak gunung dalam keadaan cuaca yang buruk," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut turun lebih rendah dari batas aman. Disana ada ketinggian minimal untuk medan yang mulus, daerah perbukitan, dan daerah pegunungan.

Jika serpihan terletak tak jauh dari satu setengah kilometer dari titik terakhir komunikasi dengan Air Traffic Control, ini berarti hanya beberapa detik setelah penerbangan. Itu adalah penerbangan yang bisa dikendalikan. "Para kru tidak melaporkan adanya kemungkinan kesalahan teknis. Ini berarti bukan masalah di pesawatnya, tapi pilotnya. Kesalahan pilot," ujar Gerasimov.

Dia menambahkan, para penyidik kecelakaan Sukhoi harus mempertimbangkan untuk menyelidiki kualifikasi dari para kru pesawat tersebut dalam penerbangan internasional. "Apakah mereka sudah mempelajari medan, apakah mereka sudah pernah berada di penerbangan serupa sebelumnya, dan apakah mereka lancar dalam berbahasa Inggris?" cecarnya.

(fdn/fdn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar