Selasa, 15 Mei 2012

Gubernur Ditegur Menteri PU


15 Mei 2012
Gubernur Ditegur Menteri PU
 0
 
  0
SEMARANG- Gubernur Bibit Waluyo ditegur Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, karena pelaksanaan sejumlah proyek di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru) Jateng mengalami keterlambatan. 

Salah satu proyek yang tak kunjung dikerjakan adalah regionalisasi air baku di beberapa wilayah di Jateng. Padahal, proyek tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air dalam kesehariannya. 
“Pemerintah pusat melalui Menteri PU menegur, sampai isin aku. Ini peringatan terakhir bagi Dinas Ciptakaru Jateng, aja padha ngawur (semuanya jangan bertindak sembarangan),” tegas Bibit saat memberikan sambutan apel pagi di Kantor Dinas Ciptakaru Jateng, kompleks Madukoro, Senin (14/5). 

Proyek regionalisasi air baku di antaranya di Brebes, Pemalang, dan Kabupaten/Kota Tegal. 
Selain itu di Pekalongan, Batang, dan Kendal, serta kawasan Surakarta, Pati, dan Kedu. 
Pihaknya meminta kepada PNS untuk tidak ada pikiran menyimpangkan koridor hukum yang berlaku. Aturan perundang-undangan tidak bisa ditambah dan dikurangi. 

Kalau pun kegiatan harus dilakukan lewat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), itu wajib dituruti. Apabila muncul pemenang lelang, maka mereka akan dicek lebih lanjut sehingga tak perlu membuat aturan tersendiri. 
“Aja pada ngawur. Apa selama ini ada pengawuran? jawabnya memang iya,” tandas mantan Pangkostrad tersebut. 

Berlarut-larut

Menurutnya, membuat aturan tersendiri malah bisa memunculkan tuntutan dan sanggahan. Ini justru menjadikan lelang berlarut-larut yang imbasnya pembangunan tak tepat sasaran. Untuk itu, Dinas Ciptakaru Jateng diminta untuk membenahi kinerja. Kegiatan yang didukung APBN, APBD Jateng harus tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. 
Terdapat 8.000 desa lebih yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jateng. Bibit menyatakan, mereka membutuhkan kebutuhan air baku, terlebih di daerah pelosok yang sulit menemukannya. 

Kepala Dinas Ciptakaru Jateng Maladiyanto belum dapat dimintai keterangan terkait dengan persoalan tersebut. Beberapa kali dihubungi, telepon selulernya tidak aktif. Maladiyanto baru menempati posisinya sebagai Kepala Dinas Ciptakaru Jateng dua minggu lalu. Yang bersangkutan menggantikan pejabat lama HM Tamzil. (J17,H68-77)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar