Kamis, 10 Mei 2012

Garasi Go Green yang Ramah Lingkungan Dan Pengeluaran


Kamis, 10 Mei 2012 11:07 WIB
Konsep Garasi

Garasi Go Green yang Ramah Lingkungan Dan Pengeluaran

JAKARTA - Saat ini beragam produsen produk ataupun jasa, banyak mengacu pada aspek ramah lingkungan pada tiap produk yang diluncurkannya, begitu halnya dengan garasi. “Walaupun anggaran sedikit lebih besar di awal, namun untuk jangka panjang, green garage dapat mengeliminir pengeluaran, dan pastinya ramah lingkungan," ujar M. Indra Sukma, selaku Managing Editor majalah IDEA.

Garasi yang ramah lingkungan, selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan mobil, dapat memperindah rumah, dengan memaksimalkan sisa ruang garasi yang dapat di tanami beragam tanaman, agar rumah terlihat lebih cantik lagi.

4 FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN
“ Membangun garasi yang ramah lingkungan berarti kita turut menjaga kelestarian dan keseimbangan alam,” tukas Teky Widjaja K. arsitekstur dan pemilik CV. Almega Karya Jaya di Jakarta. Dalam hal ini, ada 4 faktor yang perlu di perhatikan dalam pembuatan garasi yang ramah lingkungan.

1. Konsumsi listrik yang rendah. Agar penggunaan listrik di garasi rendah, gunakan lampu jenis LED. Dengan daya listrik yang kecil (3-5 watt), namun lampu LED memiliki daya pancar lebih besar. Dan penggunaan atap bisa menggunakan material yang terbuat dari polycarbonat, sehingga pada siang hari kita dapat memaksimalkan sinar matahari sebagai penerang.

2. Daur ulang limbah air cucian dan memaksimalkan tampungan air hujan. Air cucian mobil bisa dimaksimalkan dengan membuat reservoir (tampungan) bawah, yang juga berfungsi untuk menampung air hujan. Dengan membuat reservoir, maka kita tidak perlu menggunakan air dari tanah secara berlebih. Namun hendaknya dibuatkan juga limpasan air agar bila volume air berlebih, bisa terbuang secara otomatis

3. Membuat ventilasi udara yang alami (tanpa menggunakan exhaust fan). hal ini dapat mempeketat penggunaan listrik. Pembuatan ventilasi udara alami sebaiknya dibuat menyilang (cross ventilation) agar sirkulasi udara masuk dan udara yang keluar berimbang. Ventilasi bisa diletakan pada bagian belakang dan depan garasi. Untuk bagian depan bisa menggunakan pintu garasi yang berjalusi, sehingga tetap aman dan angin tetap dapat mengalir.

4. Membuat vegetasi tanaman (roof garden). Apabila atap garasi tidak dipergunakan sebagai tempat tinggal, maka bisa dimanfaatkan dengan membuat taman di atas, namun ada baiknya menggunakan tanaman akar serabut agar tidak merusak pondasi. Hal ini juga dapat mensuplai oksigen baru dan dapat meredam gas CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan.

“Untuk biaya pembuatan garasi yang ramah lingkungan sangatlah bervariasi, namun dengan 4 paparan di atas kisaran biayanya bisa mencapai Rp 25 juta. Namun untuk jangka panjang kita dapat menekan biaya listrik, penggunaan air, dan pastinya kesehatan lebih terjaga,” tutup Teky Widjaja. (mobil.otomotifnet.com)
Penulis : Oka | Teks Editor : Bagja | Fotografer : Dok.Majalah Idea

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar