Senin, 14 Mei 2012

Dua Jempol untuk Tim Evakuasi Sukhoi


Dua Jempol untuk Tim Evakuasi Sukhoi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 14/05/2012 02:51 WIB
foto: detikcom
Jakarta Jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) di kawasan Gunung Salak,Bogor,tentu mengagetkan dunia penerbangan nasional. Namun tim evakuasi yang berjuang siang malam mencari korban dari jurang terjal layak diacungi dua jempol.

"Kerja keras Basarnas,TNI,Polri,KNKT,Kementerian yang terkait,dan semua elemen masyarakat yang membantu peristiwa tersebut dalam upaya menemukan dan mengevakuasi keping-keping pesawat dan para korban,patut kita beri apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Mereka kerja tanpa lelah,disamping memang karena kewajiban tugas yang mereka emban,dua jempol untuk mereka," kata anggota Komisi V DPR RI, Marwan Jafar, kepada detikcom, Senin (14/5/2012).

Menurut Marwan, musibah ini sudah menjadi isu internasional, sekaligus menjadi perbincangan dunia penerbangan internasional. Betapa tidak ,pesawat komersial tersebut didesain dan dirancang secara super canggih.

"Meskipun dalam medan dan cuaca yang sulit,pada akhirnya jatuhnya pesawat buatan Sukhoi Holding itu ditemukan dengan keadaan berkeping-kepnig dan seluruh penumpangnya diduga meninggal dunia.Kita berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah itu,"katanya.

Namun, menurut Marwan, tak perlu berspekulasi apalagi saling menyalahkan antara satu sama lain. Sembari menunggu kotak hitam pesawat Sukhoi ditemukan.

"Sebelum kota hitam (black box) ditemukan,dan dibuka secara seksama,hasilnya seperti apa,sehingga bisa diketahui secara valid sebab musabab jatuhnya pesawat tersebut. Kita fokus untuk mengevakuasi para korban sampai tuntas,dan mengidentifikasi para korban secara paripurna pula,"katanya.

Marwan berharap masalah ini diungkap secara transparan. Sebagai dasar melakukan evaluasi penerbangan di Indonesia. "Setelah itu semua selesai,dan kotak hitam (black box) ditemukan,baru kita mendesak kepada KNKT untuk mengumumkan kepada publik secara transparan dan tidak ditutup-tutupi.Memang,dunia penerbangan kita butuh evaluasi secara berkesinambungan,"tandasnya.

(van/van)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar