Sabtu, 19 Mei 2012

Berkah di Balik Kecelakaan Pesawat Sukhoi


Berkah di Balik Kecelakaan Pesawat Sukhoi

Tribunnews.com - Jumat, 18 Mei 2012 03:35 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Berkah di Balik Kecelakaan Pesawat Sukhoi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Warga di sekitar kaki Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, berkerumun di sekitar landasan helikopter di SMPN 1 Cijeruk, untuk menonton evakuasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100, Senin (13/5/2012). 
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Usnul Fadzri, buruh proyek bangunan, sejak Jumat (11/5/2012) pekan lalu sengaja meliburkan diri hingga kemarin.
Itu dilakukan untuk membantu istrinya berjualan air minum, rokok, mi instan, dan sejumlah makanan lain.
"Saya meliburkan diri saja dari hari Jumat, untung saja bos saya mengerti," ujar Usnul saat berbincang dengan Tribun di warungnya, Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/5/2012).
Us-us, panggilan akrab Usnul, mengaku sejak Jumat pekan lalu warung yang biasa dikelola istrinya selalu dipadati pembeli, mulai dari anggota TNI, anggota Polri, relawan, wartawan, serta masyarakat yang datang untuk melihat langsung helikopter di lapangan bola Pasir Pogor, Cijeruk, Kabupaten Bogor. Pria berumur 40 tahun meraup rezeki dari sejumlah makanan dan minuman yang dijajakannya.
"Yang paling laku rokok, air mineral, dan kopi," ungkap Us-us.
Warungnya tepat berada di depan SMPN 1 Cijeruk, sehingga cukup strategis. Karena, sebelum masuk ke lapangan sepakbola yang dijadikan helipad, orang harus lebih dulu melewati warungnya.
Meskipun banyak pesaing, tapi rezeki tidak pernah salah orang. Warung Us-us selalu ramai dipadati orang.
"Biasanya, sehari paling dapat Rp 200 ribu. Tapi, saat ini bisa mendapatkan Rp 400 ribu," katanya.
Lokasi tempat mendaratnya helikopter selama proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Shukoi Super Jet 100 di Pasir Pogor, seakan menjadi tempat rekreasi. Ratusan warga berbondong-bondong menyaksikan helikopter yang bolak-balik mengevakuasi korban.
Us-us mengaku sempat kewalahan melayani para pembeli yang menyemut. Bahkan, ia harus bolak-balik ke pasar untuk menyediakan barang dagangannya, terutama rokok, kopi, dan mi instan.
"Paling ramainya hari Minggu, sekarang sudah agak berkurang," cetusnya.
Nani, istrinya, sudah lima tahun berjualan di tempat tersebut. Ia sengaja membuat warung berukuran 5x4 meter di depan rumahnya, untuk menambah penghasilan keluarga.
"Ini juga baru berdagang lagi, kemarin-kemarin sempat tutup," jelas Nani.
Engkus, pedagang Bakso, juga mendapatkan berkah akibat kecelakaan pesawat Sukhoi Super jet 100. Penghasilannya bisa dua hingga tiga kali lebih besar ketimbang hari biasa. Ia bahkan harus membeli mi serta bakso lagi, karena saat masih siang baksonya sudah tandas.
"Paling ramai pada hari Sabtu-Minggu, hari itu bisa mendapatkan untung Rp 600 ribu," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar