Senin, 21 Mei 2012

Bangun Mesin V6, Toyota Investasi Rp 750 Miliar


foto
.

Bangun Mesin V6, Toyota Investasi Rp 750 Miliar  

TEMPO.CODetroit - Toyota Motor Corp akan mengucurkan investasi senilai US$ 80 juta atau sekitar Rp 750 miliar untuk membangun pabrik mesin di Amerika Serikat. Pabrik ini akan memproduksi mesin 6 silinder atau V6 yang bisa merangsang minat konsumen otomotif di kawasan Amerika Utara.

Seperti dikutip dari laman autonews.com, dana investasi itu akan dipergunakan Toyota untuk merombak pabrik mereka di Huntsville Alabama. Instalasi produksi seluas 27 ribu meter persegi itu bakal beroperasi pada Maret 2014 dan menghasilkan 216 ribu unit mesin V6 per tahun. Setelah pabrik ini siap, produksi mesin V6 Toyota di Amerika bisa mencapai 362 ribu unit per tahun.

"Ekspansi produksi mesin V6 ini mencerminkan optimisme kami akan cerahnya pasar Amerika Utara," demikian pernyataan Toyota, Senin, 21 Mei 2012.

Selain mesin V6, sebelumnya, pabrik Toyota di Hunstville juga memproduksi mesin 4 silinder dan 8 silinder (V8). Dalam setahun, kapasitas produksi totalnya mencapai 700 ribu unit. Dengan tambahan produksi mesin V6, output pabrik ini bisa melonjak hingga 916 ribu unit per tahun. Ditambah dua pabrik lain di Kentucky dan West Virginia, Toyota Amerika bisa memproduksi 1,4 juta unit mesin dalam setahun.

Mesin-mesin ini sedianya akan mempersenjatai lini produk mobil Toyota di Amerika. Beberapa varian yang dibuat di kawasan itu dan dipasarkan ke seluruh dunia yakni sedan Camry dan Corolla, SUV Rav4 dan Highlander, serta SUV mewah lansiran Lexus, RX 350. Selain itu, Toyota juga memasarkan beberapa produk eksklusif di Amerika, seperti pikap Tundra, station wagon Venza, dan MPV Sienna.

Selain mesin V6, awal April lalu, Toyota juga mengumumkan rencana ekspansi mesin 4 silinder di Georgetown. Dengan investasi senilai US$ 30 juta, pabrik itu bakal menambah produksi dari 400 ribu unit menjadi 500 ribu unit mulai 2013. "Kini adalah waktu yang tepat bagi Toyota untuk memiliki jaringan suplai mesin dan suku cadang di Amerika," kata Shigeki Terashi, Presiden Toyota Motor North America.

FERY FIRMANSYAH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar