Kamis, 17 Mei 2012

Asisten Menlu AS Puji Penemu Muda Indonesia


Asisten Menlu AS Puji Penemu Muda Indonesia

Kamis, 17 Mei 2012, 02:11 WIB
Hickerphoto
  
Asisten Menlu AS Puji Penemu Muda Indonesia
Gelombang Laut (Ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kerri-Ann Jones, memuji dua penemu muda Indonesia. Mereka adalah Nurana Paramita dan Hadi Apriliawan yang berhasil bersaing dalam kompetisi Global Initiative through Science and Technology (GIST) di Jakarta dan Abu Dhabi baru-baru ini.

"Mereka adalah anak-anak muda yang menginspirasi. Berangkat dari berbagai permasalahan yang ada dan menciptakan solusi dari masalah itu," kata Kerri-Ann Jones yang membidangi Kelautan, Lingkungan Hidup dan Sains, usai diskusi bertajuk inovasi di Pusat Kebudayaan Amerika @amerika, Jakarta, Rabu (16/5).

Nurana Paramita merupakan CEO perusahaan T-Files, perusahaan Indonesia pertama yang merancang dan mengembangkan turbin arus laut dengan memanfaatkan kekuatan arus laut untuk pembangkit energi bersih. Nurana bersama 12 orang rekannya melakukan penelitian sejak 2005 dan berhasil menjadi juara pertama untuk strategi komunikasi terbaik dan akan melakukan perjalanan ke AS akhir tahun ini untuk mendapatkan dukungan dari pemimpin inovasi AS.

Sedangkan Hadi Apriliawan adalah penemu Susu Listrik (SULIS), metode hemat dalam proses pasterisasi susu yang mampu mematikan bakteri dalam jumlah besar. Meski demikian, teknik tersebut tidak mengurangi kadar protein di dalam susu.

"Mereka merupakan anak-anak muda yang berani untuk gagal dan mereka sungguh menginspirasi, karena membuat impian mereka menjadi nyata," ujar peraih gelar doktor dari Yale University itu.

Dalam diskusi tersebut, Jones mengatakan bahwa pendidikan dan inovasi adalah alat ukur pada abad 20. Sebuah negara seperti Amerika, lanjut dia, membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk menciptakan banyak penemu atau inovator handal.
"Kami sangat beruntung berada di lingkungan orang-orang yang kreatif dan juga pemerintah mendorongnya dengan kebijakan-kebijakan."

Meski demikian, lanjut dia, sebuah kebijakan yang dilahirkan pemerintah tidak akan menjamin lahirnya banyak penemu.
Menurut dia, kombunasu seperti lingkungan yang kondusif dan ide akan mendorong timbulnya inovasi. "Hal yang paling terpenting itu adalah sumber daya manusia dan bagaimana mereka ingin terus meningkatkan kualitas diri," tambah dia.
Redaktur: Dewi Mardiani
Sumber: Antara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar