Sabtu, 19 Mei 2012

Anggota DPRD Humbahas Belajar Budidaya Bawang ke Brebes


AgriBisnis Hari ini Pkl. 07:58 WIB
MedanBisnis – Doloksanggul. DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), baru-baru ini  melakukan studi banding ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk budi daya tanaman bawang. Nantinya, budidaya bawang tersebut akan dilakukan di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas.
“Petani bawang di Kabupaten Brebes selangkah lebih maju dengan petani di Humbahas, makanya kita melakukan studi banding ke Brebes,” kata Deka S Silaban, anggota Komisi B DPRD Humbahas kepada MedanBisnis, Rabu (16/5) di Gedung DPRD Humbahas.

Dikatakan dia, untuk budidaya tanaman bawang di Kabupaten Humbahas secara khusus di Kecamatan Baktiraja perlu dilakukan pembinaan kepada para petani bawang, dengan cara memberangkatkan petani bawang Humbahas belajar langsung ke Kabupaten Brebes. Dengan harapan petani dapat mengadopsi sistim pertanian bawang yang di terapkan petani bawang di Brebes.

“Kita berharap, dengan studi banding itu petani bisa dilihat langsung sistem pertanian yang diterapkan, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan hingga pascapanen serta sistem pemasaran bawangnya,” kata Silaban, Di Brebes, kata dia, petani dapat memanen bawang berkisar antara 15–20 ton per hektare. “Yang paling menarik, bahwa Kabupaten Brebes dalam hal menjaga stabilitas harga jual di pasar, melalui perda pemerintah dapat menekan masuknya bawang dari luar daerah. Sehingga jaminan harga petani dapat stabil dan tidak khawatir  terjadinya permainan harga pasar. Ke depan juga akan dibenahi sistem pengolahan lahan, pola tanam, mutu produk, penguatan modal bagi petani melalui pinjaman kredit tani dan pinjaman melalui jasa bank,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Humbahas Kaminton Hutasoit kepada wartawan, Rabu (17/5) yang turut serta mendampingi anggota DPRD Humbahas ke Kabupaten Brebes, membenarkan bahwa bawang Brebes dibandingkan dengan bawang Humbahas  masih jauh berbeda, baik dari hasil maupun sistem pertanian yang dilakukan.

“Kalau produksi bawang yang diperoleh petani di Humbahas, rata-rata berkisar 7,6 ton per hektare sementara di Brebes, produksinya sudah mencapai 12–15 ton per hektare,” katanya.
Alasan itulah, kata Kaminton, petani bawang Humbahas diberangkatkan ke Brebes untuk magang selama 50 hari, sehingga mereka bisa melihat teknik budidaya yang dilakukan mulai dari persiapan lahan hingga masa panen.

“Memang harus diakui, bila dilihat dari segi tofografi antara Kabupaten Humbahas dengan Kabupaten Brebes ada perbedaan. Kabupaten Brebes masih lebih diuntungkan dengan kondisi iklim yang pas untuk menanam bawang, seperti angin kumbang berfungsi untuk memutus siklus hama  yang menyerang tanaman bawang,” jelasnya.

Salah seorang warga Baktiraja yang juga pemerhati petani bawang di Humbahas, Tarida Lumbangaol menyambut baik terobosan pemerintah itu. Bahkan dapat membangkitkan semangat petani untuk menanam bawang kembali. (ck 10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar