Minggu, 20 Mei 2012

Meski Celaka, Meksiko Tambah 20 SSJ-100


Meski Celaka, Meksiko Tambah 20 SSJ-100

Sebelumnya Interjet telah memesan 15 Sukhoi. Kecelakaan di Indonesia tak beri pengaruh.

SABTU, 19 MEI 2012, 10:57 WIB
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Maskapai Meksiko, Interjet, kemungkinan besar akan tetap mengambil opsi membeli 20 Sukhoi Superjet-100, menambah jumlah pesawat yang sebelumnya telah dipesan, yakni 15 buah. Demikian dilaporkan situs Astro Noticias, mengutip Board Chairman Interjet, Miguel Alemen Velasco.

Seperti dimuat RIA Novosti, sebelumnya Superjet Internasional telah menandatangani kontrak senilai US$650 juta untuk menyuplai 15 pesawat ke Interjet pada Januari 2012.

Velasco mengatakan, faktor kunci bagi perusahaan dalam memilih adalah kualitas pesawat dan harga.

Soal kecelakaan maut yang menewaskan 45 orang di Indonesia, kata Velasco, tak berpengaruh pada keputusan perusahaan untuk menambah jumlah pesawat bikinan Rusia tersebut.

Superjet 100 adalah pesawat penumpang jarak pendek-menengah buatan Sukhoi, bekerja sama dengan sejumlah pabrik pesawat dari Amerika Serikat dan Eropa, termasuk Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell.

Pesawat ini mampu membawa 100 penumpang dalam jarak hingga 4.500 kilometer. Sejauh ini Sukhoi telah menerima pesanan 200 Superjet-100.

Pada Rabu 9 Mei 2012, Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dengan nomor registrasi 97004 hilang kontak, sebelum dinyatakan hancur menabrak tebing curam Gunung Salak sehari kemudian. Sebanyak 45 orang, kru dan penumpang dinyatakan tewas.

Kejadian tragis itu adalah pukulan terbesar bagi Rusia, yang baru memulai industri pesawat sipil pasca runtuhnya Uni Soviet dua dekade lalu. Sejumlah pengamat menduga, Rusia butuh "keajaiban" untuk bangkit kembali dari tragedi ini.

Namun, seperti dimuat Pravda, Kamis, 10 Mei 2012 malam, insiden ini tak lantas memupuskan ambisi Rusia. Hal itu juga disampaikan pihak Sukhoi di Indonesia. "Dengan kejadian pesawat jatuh ini, dari pihak Rusia kemarin sudah menyatakan tidak akan mempengaruhi produksi," ujar Marsekal Muda (Purn) Sunaryo, perwakilan PT Trimarga Rekatama, agen penjualan Sukhoi di Indonesia saat ditemui di RS Polri Soekanto, Jakarta Timur, Minggu, 13 Mei 2012.


Baca juga: Mimpi Rusia Ikut Terhempas di Gunung Salak?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar