Selasa, 15 Mei 2012

Korban Sukhoi: Kornel Diasuh Polwan, Alumnus ITB


Korban Sukhoi: Kornel Diasuh Polwan, Alumnus ITB

Tribunnews.com - Senin, 14 Mei 2012 12:52 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Korban Sukhoi: Kornel Diasuh Polwan, Alumnus ITB
GRAFIS: Agung Budi Santoso
Kornelis M Sihombing (insert) 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duka masih menyelimuti keluarga Kornel Mandagi Sihombing, Kepala Divisi Integrasi Bisnis pada Direktorat Aerostructure PT Dirgantara Indonesia (DI). Anak keempat dari enam bersaudara ini tangan kanan Direktur Aerostructure Andi Ali Syahbana.
Isteri Kornel M Sihombing, Indri, beserta dua putra-putrinya memilih berada di rumahnya di Bandung, Jawa Barat sepanjang proses evakuasi dan identifikasi jenazah di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta.
Mereka tak kuasa mengikuti pemeriksaan jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hancur berkeping-keping di Gunung Salak, Kabupaten Bogor.
Keluarga Kornel yang berada di RS Polri kebanyakan kakak dan adiknya. Salah satunya adalah Thomas Irawan Sihombing, yang baru datang dari Kapuas Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat.
Keluarga Kornel kebanyakan lulusan ITB. Kornel kecil lahir di Ambon, ketika bapaknya yang seorang Brimob ikut dalam peristiwa konfrontasi Indonesia melawan Malaysia. Selama dua tahun sejak kelahirannya, Kornel tak pernah melihat sang bapak.
Thomas mengaku sudah mengetahui peristiwa jatuhnya Sukhoi Superjet 100 yang menabrak tebing Gunung Salak, lewat televisi dari salah satu warung. Kala itu Thomas sedang melakukan pemetaan di Kapuas Hulu. Namun, ia mengacuhkan begitu saja berita itu.
Kamis (10/5/2012) dinihari, Thomas menerima telepon dari adiknya di Papua. Thomas terhenyak kaget setelah mendapat kabar dari adiknya, nama Kornel termasuk dalam sekian nama penumpang yang terdaftar dalam manifes joyflight kedua bersama wartawan.
Kemampuan komunikasi Kornel sudah terlihat sejak kecil. Di usianya sembilan bulan, Kornel sudah bisa berbicara. Sehingga, ketika ayahnya pulang dari konfrontasi, Kornel sudah mahir berbicara.
Kemampuan Kornel demikian berkat asuhan Ibu Jeanne Mandagi, Polwan pertama yang mencapai pangkat brigadir jenderal di Indonesia.(*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar