Rabu, 16 Mei 2012

Kisah Lettu Taufik Menemukan Black Box Sukhoi


Kisah Lettu Taufik Menemukan Black Box Sukhoi
Bangkapos.com - Rabu, 16 Mei 2012 01:10 WIB
Lettu-Inf-Taufik-Akbar.jpg
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
Lettu Inf Taufik Akbar

BANGKAPOS.COM, BOGOR -
 Bagi Letnan Satu Infantri Taufik Akbar, tanggal 15 Mei 2012 menjadi hari bersejarah baginya. Itu setelah ia berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100, yang jatuh di Tebing Manik, Gunung Salak, Bogor pada 9 Mei 2012. Taufik sengaja diturunkan Kopassus untuk mencari kotak hitam pesawat naas buatan Rusia.

Bersama Letnan Satu Incas Yunus, Sertu Diding, Serda Ahmad Baso, dan Serda Chairil, Taufik diturunkan ke lokasi evakuasi Puncak Salak Satu, menggunakan helikopter. Setelah itu, mereka langsung bekerja menyusuri tebing, untuk mencari barang yang sangat dicari-cari tersebut.

"Sebenarnya, dari puncak salak ke tebing tempat pesawat jatuh, medannya cukup curam. Namun, kami ada tali, jadi menggunakan tali," ungkap Taufik di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Selasa (15/5/2012).

Tapi, untuk mencapai tebing tempat ekor pesawat berada, menurut Taufik harus dilengkapi dengan perlengkapan yang matang dan keterampilan khusus. "Tebing kemiringannya 80 sampai 90 derajat, sehingga dibutuhkan tali dan kemampuan untuk menuruni tebing," tuturnya.

Sebelum menemukan black box, tim Taufik sempat menemukan barang yang diduga black box, karena warnanya kuning. Namun, ternyata itu hanya Emergency Locator Transmitter (ELT).

Kemudian, Taufik melakukan pencarian lebih pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, ia bersama empat rekannya, dan dibantu dua anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), melakukan pencarian black box.

Setelah dua jam, baru lah black box tersebut ditemukan. "Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB," ucapnya.

Setelah itu, ia langsung memasukkan black box yang ditemukan dari timbunan tanah, ke dalam tas ransel, dan diangkat ke Puncak Manik.

Lantas, lima anggota Kopassus membawanya turun lewat jalan Cimelati, Sukabumi, barang yang dibawa anggota Kopassus tersebut pun tiba di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Setelah diperiksa, ternyata benar barang yang dibawanya adalah kotak hitam pesawat SSJ 100. (*)
Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar