Kamis, 03 Mei 2012

993 Unit Ruang Kelas di Brebes Rusak


03 Mei 2012 | 09:48 wib
993 Unit Ruang Kelas di Brebes Rusak
 0
 
  0
BREBES, suaramerdeka.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes mencatat, hingga kini masih ada sebanyak 933 ruang kelas sekolah yang kondisinya rusak. Keberadaan ruang kelas rusak itu tersebar merata di 17 Kecamatan dan jumlah terbanyak adalah SD.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes H Soewardi Wirjaatmaja SH melalui Wakil Sekretarisnya, Wijanarto SPd, dari 933 ruang kelas yang rusak itu terdiri dari 805 ruang kelas SD, 106 ruang kelas SMP dan 22 ruang kelas SMA. "Data ini adalah data terbaru yang kami peroleh. Kami minta persoalan ini segera mendapat perhatian," ujarnya
Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi menegaskan, pihaknya bertekad persoalan ruang kelas rusak itu diselesaikan tahun 2012 ini. Khusus, SDN Dukuh Badag 01, Kecamatan Ketanggungan penanganannya dipropritaskan tahun ini. Perbaikan sekolah yang siswa yang masih belajar secara lesehan itu telah terkafer dalam anggaran APBD tahun 2012.
"Saya sudah perintahkan penanganan sekolah itu (SDN Dukuh Badag 01-red) diprioritaskan tahun ini," tandasnya usai peletakan batu pertama pembangunan ruang lokal baru di SMP Negeri 2 Brebes.
Seperti diberitakan sebelumnya, siswa kelas 2 SDN Dukuh Badag 01 Kecamatan Ketanggungan, hingga kini masih belajar lesehan tanpa meja dan kursi. Itu terjadi akibat minimnya sarana prasarana belajar. Mereka juga terpaksa menimpati ruang perpustakaan karena ruang kelas di sekolah itu kekurangan.
Bupati menjelaskan, Pemkan Brebes kini terus berupaya memaksimalkan anggaran pendidikan agar mencapai 20 persen. Di tahun 2012, Pemkab mendapatkan kucuran dari pusat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan mencapai Rp 25 miliar lebih. Anggaran itu, diutamakan untuk mengatasi sarana prasarana ruang kelas yang rusak.
"Kami berharap dengan tertanganinya ruang kelas rusak itu bisa lebi membuat siswa nyaman belajar," ujarnya.
Diaku Bupati, hingga kini jumlah ruang kelas yang rusak di wilayahnya memang masih banyak. Terkait itu, sejumlah langkah strategis akan ditembuh Pemkab Brebes untuk mengatasinya. Pertama, bagi sekolah yang jangkauannya jauh dan muridnya kurang akan dilakukan regruping atau pengabungan.
Kedua, bagi sekolah yang memang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar, akan diperbaikan dan dipenuhi sarana prasarananya. Di samping itu, pihaknya juga memberlakukan skala prioritas penanganan sekolah rusak.
"Prioritas pertama kami diberikan pada sekolah yang dinding, atap dan lantainya rusak. Prioritas kedua bagi sekolah yang hanya dinding dan atapnya rusak. Kemudian, prioritas ketiga bagi sekolah yang atapnya rusak. Penanganan ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan daerah," terangnya.
( Bayu Setiawan / CN27 / JBSM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar