Senin, 11 Juni 2012

Mentan Tegaskan Tak Perlu Impor Bawang


09 Juni 2012 | 12:02 wib
Mentan Tegaskan Tak Perlu Impor Bawang
 0
 
  2
BREBES, suaramerdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Ir H Suswono MMA menegaskan, saat ini pemerintah tidak perlu melakukan impor bawang merah. Sebab, kebutuhan bibit bagi petani pada musim tanam kali ini sudah terpenuhi dari stok para penangkar bibit lokal. Hal itu ditegaskan Suswono usai melakukan dialog dengan ratusan petani di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Sabtu (9/6).
"Kebijakan saat ini tidak perlu impor. Selain petani sudah melakukan tanam, kebutuhan bibit juga telah terpenuhi oleh stok sendiri dari penangkar bibit lokal," tegas Suswano didampingi Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi yang mengkuti kegiatan tersebut.
Dia mengatakan, para penangkar bibit bawang lokal diharapkan bisa dioptimalkan, sehingga kebutuhan bibit petani bisa disuplai dari dalam. Namun, jika petani membutuhkan tambahan bibit impor dan itu betul-betul terpasak, tidak masalah impor dilakukan. Karena itu, kebutuhan bibit harus dihitung dengan cermat, sehingga diketahui jumlah yang benar-benar dibutuhkan petani.
"Yang terpenting, impor bisa dilakukan kalau itu memang terpaksa dan betul-betul keinginan petani, bukan pedagang. Tapi, saya lebih senang penangkat bibit lokal diotimalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Peraturan Bupati Brebes mengenai Pengendalian Bawang Impor sudah sangat membantu untuk melindungi petani dari serbuan bawang impor yang masuk ke Kabupaten Brebes. Namun demikian, upaya optimalisasi produksi harus terus dilakukan sehingga hasil panen petani mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Prinsipnya, impor akan dilakukan kalau memang betul-betul menjadi keinginan petani," tegasnya.
Mentan juga menjelaskan, guna menunjang kebutuhan pupuk petani, kedepan pupuk bersubsidi tidak ada lagi merek tertentu. Nantinya, yang ada hanya satu macam pupuk Indonesia, dengan warna sama yakni pink. Sehingga, jika ada kebocoran akan terlihat. "Apabila pupuk warna pink ini ada di perkebunan besar berati itu penyelundupan, karena warga pupuk bersubsidi dengan non subsidi berbeda," ungkapnya.
( Bayu Setiawan / CN26 / JBSM )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar