Rabu, 27 Juni 2012

Lindungi Tor-tor dan Budaya Indonesia dengan UU Pengetahuan Tradisional


Lindungi Tor-tor dan Budaya Indonesia dengan UU Pengetahuan Tradisional
Selasa, 26 Juni 2012 15:48
 Foto:bd-ant
(Berita Daerah-Nasional),  Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) saat ini sedang menggodok RUU Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PTEBT). Diharapkan RUU ini nantinya dapat melindungi aset kebudayaan tradisional milik Indonesia agar tidak diklaim oleh pihak lain.
 
"Kita sudah ada draft untuk itu, sekarang sedang didiskusikan sambil kita sosialisasikan. Sampai saat ini sudah disosialisasikan di tiga kota yakni Jakarta, Medan dan Bali," ujar Direktur Merk Dagang Ditjen HAKI Kemenkum HAM RI, M. Adri dalam Symposium in Ensuring Protection for Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Traditional Cultural Expressions/Foklore (GRTKTCE/F), di The Padma Resort, Legian, Bali, Selasa (26/6/2012).
 
Terkait dengan klaim yang dilakukan Malaysia terhadap beberapa kebudayaan Indonesia, RUU ini diharapkan nantinya dapat menjadi perlindungan hukum yang kuat. 
 
"Tentu dengan banyaknya kasus-kasus itu, dengan adanya RUU ini akan bagus sekali. Secara hukum akan terproteksi," tambah Adri.
 
Selain itu, Adri menjelaskan juga betapa pentingnya data base sebagai langkah perlindungan secara defensif bagi budaya-budaya milik Indonesia. Saat ini masing-masing kementerian di Indonesia telah memiliki data base, akan tetapi dengan format yang masing-masing pula. 
 
"Data base yang dibuat seharusnya terintegrasi antar-kementrian yang terkait. Selain itu, data base juga bisa dipakai untuk mengetahui nilai inventaris yang kita miliki," jelasnya. 
 
Andri pun menyayangkan kabar soal Tari Tor-tor. Ia membandingkan dengan Indonesia yang walaupun sering menampilan berbagai budaya yang bukan asli Indonesia, tapi tak pernah lakukan klaim terhadap kebudayaan tersebut.
 
"Kita juga sering menampilkan kebudayaan yang bukan berasal dari Indonesia. Tapi kita tidak mengklaim. Kita sering tampilkan Barongsai, tapi tak pernah bilang itu punya kita," tutupnya.
 
(es/ES/bd-dtc)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar