Selasa, 05 Juni 2012

Banyak Suku Asli Hampir Punah


Banyak Suku Asli Hampir Punah



Indonesia adalah sebuah negara yang unik karena memiliki 17.000 pulau, 1.500-an suku, dan 1.027 bahasa. Itu pun baru yang berhasil teridentifikasi. Namun sayang, kebijakan pembangunan sepertinya tidak berpihak pada kelestarian kebudayaan suku asli Indonesia. Akibatnya, banyak suku di Indonesia terancam punah.
Suku-suku tersebut merupakan penduduk asli Indonesia, yang telah beratus-ratus atau bahkan beribu tahun menetap di tanah Indonesia. Namun, karena kekayaan alam Indonesia, banyak suku yang akhirnya tercerabut dari tempat tinggal mereka. Kesuburan tanah Indonesia yang membuat jutaan pohon tumbuh subur, serta hasil bumi seperti minyak bumi dan batu bara seakan menjadi berkah sekaligus kutukan bagi Indonesia.
Indonesia bisa berbangga karena hasil bumi yang melimpah itu, namun di sisi lain, eksploitasi berlebihan dan hanya mementingkan aspek ekonomi dapat membuat masyarakat asli Indonesia yang tinggal di tanah-tanah penuh kekayaan alam itu tersingkir.
“Masyarakat adat dengan sistem budaya dan spiritual yang melekat pada tanah yang didiami turun-temurun itu akhirnya kalah dengan sistem politik ekonomi global yang tidak berpihak pada mereka. Negara yang seharusnya melindungi mereka, karena adanya mandat Undang-Undang Dasar 1945, justru terlibat aktif membuat suku-suku asli Indonesia tersebut punah,” ujar Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Abdon Nababan, kepada SH, Selasa (10/4).
Menurutnya, dari sekitar 1.500 suku di Indonesia, sejak 2000, hanya 14 suku yang jumlah populasinya di atas 1 juta orang. Kini sulit ditemui masyarakat yang bisa berbahasa suku-suku asli. Keturunan suku-suku asli Indonesia itu sepertinya malu menunjukkan identitas asli nenek moyang mereka, seperti adat istiadat, kepercayaan, dan bahasa.
“Mereka akhirnya lebih memilih mengikuti budaya luar suku mereka yang lebih dominan,” ucapnya.
Hal itu terjadi karena adanya anggapan bahwa jika menggunakan sistem budaya suku asli berarti tidak mengikuti perkembangan zaman. Sehingga ketika ada sebuah budaya yang dianggap ketinggalan zaman, budaya tersebut layak punah dan harus punah, ujar Abdon lagi.
Pemusnahan sistem budaya suku-suku asli tersebut sudah terjadi sejak lama dan secara sistematis. Alasan yang digunakan pemerintah selalu sama: eksploitasi sumber daya alam adalah sebuah upaya menyejahterakan bangsa. Namun sering kali upaya-upaya eksploitasi yang dilakukan tersebut tidak bersahabat terhadap suku-suku di Indonesia.
Abdon mencontohkan, salah satu suku yang sudah hampir punah adalah suku Sakai di Riau. Hal itu terjadi karena tanah yang ditinggali suku tersebut kaya akan minyak dan hutannya pun rimbun dengan jutaan pohon.
Akibat eksploitasi berlebihan tersebut, kini secara fisik suku Sakai sudah tidak punya ruang untuk hidup. Secara kultural, oleh masyarakat pendatang, kebudayaan mereka dianggap primitif. Akibatnya, kepercayaan diri keturunan masyarakat suku Sakai hancur dan secara perlahan meninggalkan identitas mereka sebagai salah satu suku di Indonesia.
Selain suku Sakai, banyak lagi suku-suku di Indonesia yang hampir punah. Ini terjadi karena sistem dan kebijakan yang diterapkan negara justru membuat suku-suku ini terasing dari tanah leluhur mereka.
This post was submitted by Saiful Rizal / SH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar