Kamis, 05 Juli 2012

Khofifah: Korupsi Al Quran Mencederai Umat Islam


Khofifah: Korupsi Al Quran Mencederai Umat Islam

Tribunnews.com - Rabu, 4 Juli 2012 21:12 WIB
Share this
Share this
Share
Email
Print
 Text  +  
Khofifah: Korupsi Al Quran Mencederai Umat Islam
TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIR
anggota DPR RI Zulkarnaen Djabar (tengah), tersangka korupsi pengadaan Al Quran 
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Kasus korupsi pengadaan Al Quran di Kementerian Agama (Kemenag) yang juga menjerat anggota DPR RI menjadi sorotan tajam Khofifah Indar Parawansa. Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur ini menilai, kasus korupsi itu sangat mencederai umat Islam. Siapa saja yang terlibat kasus pengadaan kitab suci umat Islam itu, harus diusut tuntas dan diseret ke meja hijau.
"Kasus korupsi Al Quran sangat mencederai umat Islam. Bahkan mencederai sangat dalam. Para pelaku tak pernah memikirkan dampak psikologis pada umat Islam," kata Khofifah saat mengikuti acara Kader Bangsa Fellowship Program oleh Akademi Demokrasi, Kepemimpinan, dan Kebangsaan di kampus Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), Selasa (4/7/2012).
Pengungkapan kasus itu harus menjadi awal pengusutan kasus-kasus korupsi lain yang mungkin masih belum terbongkar di Kemenag.
Ketua Umum Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) ini mengaku tak habis pikir kenapa orang-orang yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka tega melakukan tindakan itu. Sebab, jelas-jelas uang yang dikorupsi adalah dana untuk pengadaan kitab suci bagi umat Islam. "Mereka (pelaku korupsi Al Quran) menjadikan pengadaan sebagai bisnis as ussually. Semua anggaran di mark up agar memperoleh keuntungan," kata Khofifah lagi.
Menurut Khofifah, terungkapnya kasus korupsi pengadaan Al Quran itu harus menjadi langkah awal untuk membenahi Kemenag. Apalagi saat ini akan mendekati bulan haji di mana pengelolaan uang yang mencapai miliaran rupiah sangat rawan dikorupsi.
"Di Kemenag juga ada Dana Abadi Umat yang jumlahnya sangat banyak. Dana itu harus benar-benar dikelola untuk memberikan pelayanan dan fasilitas bagi masyakat yang akan menunaikan ibadah haji," ujarnya.
Jendral TNI (Purn) Luhut B Panjaitan, penggagas kegiatan Kader Bangsa Fellowship Program menambahkan, korupsi di Tanah Air sudah sangat parah karena dilakukan semua generasi, baik muda maupun tua. Agar tak semakin menggurita dan menggerogoti generasi muda, pihaknya bersama sejumlah purnawirawan TNI lain diantaranya Mayjen TNI (Purn) Heryadi, Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi, para akademisi, dan pengusaha menggelar pelatihan yang melibatkan pemuda. "Korupsi di negara kita sangat parah, bahkan Al Quran dikorupsi. Para pemuda harus ikut terlibat agar korupsi tak semakin parah," katanya.
Total terdapat sekitar 35 pemuda dari berbagai organisasi dan latar belakang yang diseleksi untuk mengikuti acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Menurut Luhut, para pemuda juga diajak berdikusi tentang calon-calon presiden yang saat ini mulai bermunculan. Ia tak mempermasalahkan, siapa yang akhirnya maju, baik dari generasi tua atau muda. "Kita (dan peserta) akan berdialog tentang banyak hal. Termasuk sosok calon presiden 2014 yang pas dan yang harus dipilih nanti," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar