Senin, 02 Juli 2012

Batik Indonesia Go International


Batik Indonesia Go International

JAKARTA-Batik merupakan salah satu karya besar bangsa Indonesia yang diakui oleh Unesco. Dalam pelestariannya, batik telah mampu menggerakkan sektor riil dan mampu mendongkrak perekonomian rakyat. Keindahan batik mampu menyerap tenaga kerja ke depannya dan diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meminimalisir kemiskinan.
”Batik Indonesia makin diakui di mata dunia internasional. Artinya, perekonomian bangsa Indonesia semakin membaik, sehingga hal ini mendongkrak kesejahteraan rakyat, termasuk pengrajin batik,” ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada acara Cultural Evening Permormance, di Jakarta Convention Center, Kamis (29/9) malam.
Pria yang kesehariannya mengaku senang mengenakan batik itu menambahkan, dukungan positif yang diperlihatkan masyarakat berdampak baik untuk kelangsungan batik. Akan tetapi, perjuangan belum selesai. Mempertahankan predikat yang diberikan oleh Unesco merupakan hal yang tidak mudah.
”Kalau kita lengah dalam mempertahankan warisan budaya tersebut, maka Unesco dapat menarik kembali dan diberikan kepada negara lain,’’ terangnya. Pada acara Cultural Evening Permormance, malam pertunjukan seni budaya ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan World Batik Summit. Momen tersebut ajang pertunjukan gambaran keceriaan sebagai anak bangsa serta juga menceritakan sepintas kisah dan filosofi batik nusantara.
Batik memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia, khususnya Jawa sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.
Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, di mana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Teknik membatik berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India.
Ketua Bidang Malam Seni Budaya World Batik Summit, Ika B.S. Wahyudi mengatakan, momen peragaan busana batik karya perancang dan produsen batik Indonesia akan terus digelar. Ini menjadi salah satu momen melestarikan batik. Para perancang seperti Anne Avanti, Carmarita, Chossy Latu, Danar Hadi, Parang, Kencana, Ramli dan Sebatian Gunawan adu kebolehan dalam momen tersebut. (nel)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar