Rabu, 04 Juli 2012

Busyro: Korupsi dari Budaya Politik Hedonis, Bukan Kampus


Busyro: Korupsi dari Budaya Politik Hedonis, Bukan Kampus
Penulis : Icha Rastika | Kamis, 10 Mei 2012 | 10:58 WIB
Dibaca: 1741
|
Share:
KOMPAS/ALIF ICHWANWakil Ketua KPK Busyro Muqoddas
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengatakan, tindak pidana korupsi bersumber dari krisis keteladanan akhlak pemimpin dan budaya politik hedonis yang tumbuh subur di kalangan elit politik.
Hal tersebut disampaikan Busyro menanggapi pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Ali yang mengatakan kalau koruptor adalah orang-orang pintar yang merupakan produk perguruan tinggi.
"Penyebab korupsi muncul karena krisis keteladanan atau akhlak dari pemimpin, tumpulnya visi pemimpin, dan budaya politik hedonis yang tumbuh subur di elit politik adalah sumber utama korupsi. Bukan kampus," kata Busyro saat dihubungi wartawan, Kamis (10/5/2012).
Sumber korupsi tersebut, kata Busyro, semakin meluas seiring dengan lemahnya pengawasan masyarakat sipil terhadap budaya korupsi. Dengan demikian, perilaku korup semakin menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wakil Ketua KPK yang membidangi pencegahan itu juga mengatakan, perguruan tinggi selama ini lebih banyak melahirkan ilmuwan tukang yang sifatnya pragmatis. Ia pun menilai, sudah saatnya perguruan tinggi menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada anak didiknya.
Sebelumnya, dalam acara "Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia" di Universitas Indonesia, Depok, Ketua DPR Marzuki Alie menyebut para koruptor sebenarnya adalah orang-orang pintar yang merupakan produk dari perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.
"Koruptor adalah orang-orang pintar. Mereka juga bisa dari anggota ICMI, anggota HMI, lulusan UI, UGM, dan lainnya. Tidak ada orang bodoh," kata Marzuki, Senin (7/5/2012).

Editor :
Heru Margianto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar