Senin, 04 Juni 2012

Pondok Gontor Rancang Pendirian Universitas Multidisiplin


Pondok Gontor Rancang Pendirian Universitas Multidisiplin
Benny N Joewono | Minggu, 3 Juni 2012 | 23:06 WIB
Dibaca: 1621
|
Share:
PONOROGO, KOMPAS.com - Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, tengah merancang pendirian sebuah universitas multidisiplin dengan tetap berbasis keislaman.
"Ya, insyaallah proposal pendirian Universitas Gontor kami ajukan ke Kementrian Pendidikan, akhir tahun ini," kata Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor Amal Fathullah di Ponorogo, Minggu (3/6/2012).
Ia tak menyebut berapa nilai anggaran yang mereka ajukan untuk mendirikan universitas yang rencananya akan dijadikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan umum berbasis keislaman tersebut.
Amal mengemukakan proses perizinan masih akan mereka ajukan ke pemerintah dalam beberapa bulan mendatang, sehingga strategi maupun proses penggalangan anggaran untuk pendirian Universitas Darussalam, Gontor, belum menjadi prioritas pembahasan mereka.
"Kami fokus pada perizinannya dulu, baru nanti membahas soal anggaran dan sebagainya," ujarnya.
Meski tak bersedia mengungkap detil rancangan pendirian dimaksud, Amal menyatakan bahwa sejumlah persiapan mentransformasi lembaga pendidikan tinggi ISID Darussalam Gontor menjadi universitas, telah mereka lakukan.
Salah satu yang menjadi fokus persiapan oleh pihak rektorat ISID adalah dengan menjalin kerja sama pendidikan dengan Universitas Science Islam (USI) Malaysia dan Universitas Al-Azar di Kairo, Mesir.
Kerja sama serupa juga mereka lakukan dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi Islam di 10 negara lain, baik yang ada di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah.
Namun, khusus untuk tujuan pengembangan universitas di kompleks Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, rektorat ISID saat ini lebih mengonsentrasikan kerja sama dengan dua lembaga pendidikan tinggi keislaman yang ada di Malaysia (USI) dan Universitas Al-Azar, Mesir.
Alasannya, kata Amal, dua lembaga pendidikan tinggi berbasis Islam tersebut memiliki konsep yang jelas dalam hal pengembangan aneka ilmu pengetahuan dengan tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Nota kesepahaman telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Kerjasama juga telah kami lakukan dengan melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen," ujarnya.
Sejak berdiri pada tahun 1963, Pondok Modern Darussalam melalui ISID Gontor telah memiliki 10 prodi/jurusan keilmuan (delapan prodi untuk jenjang pendidikan S-1 dan dua prodi untuk jenjang pascasarjana).
"Kalau saat ini fakultas maupun prodi yang ada masih berkutat pada studi ilmu Islam, nanti setelah menjadi univesitas kami ingin memasukkan studi pengetahuan umum dengan tidak meninggalkan nilai-nilai pelajaran keislaman. Konsep pengembangan pendidikannya antara ilmu pengetahuan umum dan studi Islam nanti adalah 70 persen berbanding 30 persen," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar