Kamis, 03 Mei 2012

SMAN 10 Malang, Meneliti Air Seni Berbuah Prestasi


Olimpiade Internasional
SMAN 10 Malang, Meneliti Air Seni Berbuah Prestasi
Yatimul Ainun | Latief | Kamis, 3 Mei 2012 | 17:41 WIB
Dibaca: 1962
|
Share:
KOMPAS.com/Yatimul AinunNando Novia (kiri) dan Nurul Inayah (kanan), dua siswa SMAN 10 yang berhasil menyabet medali emas di kompetisi bidang engineering di kelas internasional. Kamis (3/5/2012).
MALANG, KOMPAS.com  Dua siswa kelas 11 SMA Negeri 10, Kota Malang, Jawa Timur, meraih medali emas di ajang kompetisi International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) ke-6, di Tbilisi, Georgia, di bidang engineering. Di ajang tersebut tim SMAN 10 tersebut membawakan hasil penelitiannya bertema "Photoelectrosystem".
Maksimal satu liter urine bisa menghasilkan listrik untuk melaju sejauh 17 kilometer.
-- Nurul Inayah
Kedua siswa itu adalah Nurul Inayah (16), yang masih duduk di kelas 11, jurusan IPA I, dan Nando Novia, jurusan IPA II. Hasil penelitian mereka tersebut berupa energi alternatif untuk bahan bakar mobil.
Nurul memaparkan, hasil penelitian mereka itu dikerjakan selama tiga bulan. Mereka memanfaatkan listrik tenaga surya dan mengubah air seni manusia atau urine menjadi hidrogen penghasil tenaga listrik untuk menggerakkan mobil. Mobil listrik bertenaga urine tersebut mempu melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam.
"Maksimal satu liter urine bisa menghasilkan listrik untuk melaju sejauh 17 kilometer," katanya.
Adapun prinsip kerjanya, listrik bertenaga surya itu disimpan dalam baterai. Sebanyak 75 persen energi yang disimpan itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan motor. Sementara sisanya dapat digunakan dalam proses elektrolisasi.
"Dengan alat elektrolizer tersebut elektrolit berupa urine mampu menghasilkan gas hidrogen dan nitrogen sebagai limbah yang dilepaskan ke udara," jelasnya.
Selanjutnya, lanjut Nurul, adalah proses elektrolisasi. Ia mengatakan, untuk satu liter urine membutuhkan waktu selama 1,5 menit. Selain itu, urine yang digunakan hanya urine dari manusia sehat.
"Yang punya penyakit tak bisa digunakan," ujarnya, sembari tersenyum.
Alasannya, kata Nurul, kandungan unsur gula atau kimia lain dalam urine dapat mengganggu proses elektrolisasi.
"Kita memilih urine karena proses elektrolisasinya lebih efisien, yaitu hanya membutuhkan daya 0,37 volt. Bandingkan dengan air yang membutuhkan listrik 1,2 volt," kata siswa kelahiran Pasuruan, 11 September 1995, ini.
Adapun YIPO merupakan kompetisi internasional untuk para peneliti atau penemu muda. Ajang ini digelar untuk meningkatkan visi dan ambisi kreativitas para ilmuwan muda di bidang Kimia, Biologi, Fisika, Ilmu Lingkungan, dan Teknologi Informasi.
Tahun ini kompetisi dilaksanakan pada 27-29 April 2012 di Tbilisi, Georgia. IYIPO ke-6 ini diikuti oleh siswa dari 29 negara, di antaranya Macedonia, Malaysia, Mongolia, Nigeria, Pakistan, Afganistan, Albania, Austria, Azerbaijan, Banglades, Bosnia-Herzegovina, Kamerun, Estonia, Jerman, Indonesia, Irak, Pantai Gading, Kenya, Romania, Slowakia, Tajikistan, Tanzania, Thailand, Turki, Turkmenistan, Ukraina, Amerika Serikat, Vietnam, dan Jordania.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar