Sabtu, 19 Mei 2012

Perda Bahasa Jawa Disesuaikan dengan Kearifan Lokal


Perda Bahasa Jawa Disesuaikan dengan Kearifan Lokal
Jodhi Yudono | Sabtu, 19 Mei 2012 | 00:36 WIB
Dibaca: 216
|
Share:
SEMARANG, KOMPAS.com--Penerapan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa akan disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing wilayah.
"Misalnya, wilayah Brebes, Banyumas, tentu memiliki aksen bahasa Jawa sendiri. Tidak bisa disamakan dengan wilayah Semarang atau Solo," kata Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Mahmud Mahfudz di Semarang, Rabu.
Menurut dia, dalam pelaksanaan peraturan daerah tersebut, rencananya akan diwajibkan penggunaan Bahasa Jawa minimal sehari dalam sepekan.
"Aturan ini tentunya masih harus menunggu petunjuk teknis yang diatur dalam peraturan gubernur," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.
Ia menjelaskan, kewajiban penggunaan Bahasa Jawa sehari dalam sepekan akan diterapkan di tingkat instansi pemerintahan serta sekolah.
"Juga kemungkinan diterapkan di DPRD Jawa Tengah. Tidak menutup kemungkinan, misalnya paripurna dilaksanakan dengan pengantar Bahasa Jawa," tambahnya.
Adapun untuk instansi pemerintah di tingkat kabupaten/ kota, lanjut dia, pemerintah provinsi hanya sebatas memberikan imbauan agar peraturan daerah ini dapat dilaksanakan.
Ia menuturkan, penyusunan Peraturan Daerah Provinsi tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan Jawa.
Ia mengakui, keberadaan kebudayaan Jawa sudah mulai terkikis oleh globalisasi. "Banyak anak muda yang mulai meninggalkan, bahkan melupakan Bahasa Jawa," tegasnya.
Sumber :
ANT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar