Sabtu, 26 Mei 2012

Menristek: Kita Serius Produksi Massal Mobil Listrik


Otomotif
Menristek: Kita Serius Produksi Massal Mobil Listrik
Marcus Suprihadi | Minggu, 13 Mei 2012 | 21:26 WIB
Dibaca: 5890
Komentar16
|
Share:
Kompas/Wawan H.Prabowo
Mobil listrik semar
MANADO, KOMPAS.com — Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menyatakan, pemerintah serius memproduksi mobil bertenaga listrik menggantikan mobil berbahan bakar fosil. Produksi massal mobil bertenaga listrik diharapkan berlangsung pada 2014.
Pemerintah sangat serius mobil listrik. Empat perguruan tinggi akan lebih dulu memaparkan presentasi mereka di depan presiden Juni depan, setelah itu dibuat roadmap sampai produksi tahun 2014.
-- Gusti Muhammad Hatta
Menurut Menristek di Manado, Minggu (13/5/2012), peta jalan produksi massal mobil bertenaga listrik akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Pemerintah sangat serius mobil listrik. Empat perguruan tinggi akan lebih dulu memaparkan presentasi mereka di depan Presiden Juni depan, setelah itu dibuat roadmap sampai produksi tahun 2014," kata Menristek seusai mengikuti presentasi Panel Ilmiah Independen mengenai lingkungan Teluk Buyat pascatambang Newmont Minahasa Raya.
Dikatakannya, pengadaan mobil listrik sangat penting menggantikan mobil berbahan bakar fosil yang terus berkurang. Menurut Menristek, keseriusan pemerintah memproduksi mobil listrik dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa pertemuan kabinet. Pemerintah bahkan telah mengalokasi dana Rp 100 miliar untuk kepentingan penelitian.
Pemerintah juga menjajaki kerja sama produksi mobil listrik dengan PT Astra yang memproduksi mobil jenis hybrid. "Akan tetapi, persoalan terletak pada nilai pajak yang tinggi. Lagi dicari solusi apakah pajak komponen ekspor mobil Astra dapat diturunkan," ungkapnya.
Kementerian Ristek juga mendanai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan microbus atau bus listrik. Menurut Gusti, pihaknya sudah memiliki prototipe mobil listrik microbus, tetapi masih perlu penelitian lebih lanjut.
Gusti mengatakan, penelitian mobil listrik perlu komprehensif, termasuk bagaimana memproduksi baterai dan insfrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik. "Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," tambahnya.
Pengamat otomotif di Manado, Abner Kakunsi, mengatakan, produksi mobil listrik tak begitu rumit. Mobil listrik sendiri sudah diproduksi massal di negara-negara maju seperti di Eropa. Dikatakan, krisis energi yang melanda dunia membuat sejumlah produsen mobil dunia menaruh perhatian serius terhadap mobil listrik.
"Sebuah produsen mobil Jepang sudah memproduksi 30.000 mobil listrik," katanya.
Dikatakan, mobil listrik memiliki beberapa kelebihan potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar