Sabtu, 26 Mei 2012

Mahasiswa UNS Pamerkan Mobil Listrik Rakitan


Mahasiswa UNS Pamerkan Mobil Listrik Rakitan
I Made Asdhiana | Senin, 12 Maret 2012 | 20:33 WIB
Dibaca: 944
|
Share:
M HANGGA
Mobil rakitan dengan tenaga listrik karya mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
SOLO, KOMPAS.com — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta unjuk kebolehan dengan memamerkan mobil rakitan dengan tenaga listrik pada acara Pameran Industri Kreatif di Lembah Teknik Kampus UNS, Senin (12/3/2012). Mobil jenis city car yang dinamai Smart Electric City Car (SECC) UNS ini memiliki kekuatan 3 HP (Horse Power) dengan bahan bakar tiga aki kering 36 volt 100 ampere yang dirakit dan dipasang dibawah jok.
Proses pembuatannya kurang lebih membutuhkan waktu satu semester dan melibatkan mahasiswa D-3, S-1, dan S-2 jurusan Teknik Mesin UNS. Walaupun tenaga mobil yang dihasilkan masih kecil, namun keunggulan dalam produk ini adalah minimnya gas buang sisa pembakaran. Hal ini berarti sesuai dengan konsep ramah lingkungan yang diusung para mahasiswa.
Untuk mengendarainya cukup mudah, karena mobil ini hanya memiliki pedal gas dan rem. Dan saat dipacu, kecepatan mobil bisa mencapai 30-35 km/jam. Untuk mengisi ulang baterai, dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Selain berdaya tampung 4 orang, mobil ini juga memakai bahan komposit untuk bodinya, bahan ini dipilih karena lebih ringan, ramah lingkungan, dan lebih kuat.
Untuk bodi, mahasiswa membuatnya di Laboratorium Fakultas Teknik UNS. Belum 100 persen prototipe mobil listrik tersebut jadi, mobil kursi penumpang belakang belum terpasang serta mahasiswa harus berhati-hati untuk mengendarainya. Meski begitu, banyak pengunjung yang tertarik untuk sekadar melihat.
"Tes uji coba sendiri masih di area kampus dengan medan datar," ungkap Muhammad Nizan, salah satu staf dosen Teknik Mesin UNS.
"Kita masih harus melakukan perbaikan disana sini untuk menjadikan mobil listrik ini bisa layak diproduksi massal. Sampai sekarang mobil listrik ini masih dalam penelitian, termasuk motor penggeraknya. Ke depan kita akan mencoba memproduksi motor sendiri yang bisa menghasilkan kekuatan lebih besar," kata Nizan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar