Rabu, 30 Mei 2012


Bawang Impor
Hari Ini, Petani Bawang Brebes Demo di Jakarta
Siwi Nurbiajanti | Marcus Suprihadi | Rabu, 1 Februari 2012 | 08:15 WIB

Dibaca: 480

|
Share:
KOMPAS/DAHLIA IRAWATIProduksi Turun - Khadir (35), petani bawang asal Desa Kedungasem Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Minggu (11/9/2011) terlihat membersihkan bawang merah hasil panenannya. Ia mengaku bahwa produksi bawang merahnya turun dari biasanya sebanyak 10 ton per setengah hektarnya, menjadi hanya 5 ton. Produksi turun diakibatkan maraknya serangan hama dan penyakit selama musim kemarau.
BREBES, KOMPAS.com- Sekitar 200 petani bawang merah dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akan berunjuk rasa di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (1/2/2012) hari ini. Mereka berangkat dari Brebes Selasa malam, sekitar pukul 22.00, dengan menggunakan bus.
Para petani juga membawa kesenian tradisional buroq untuk ditampilkan dalam unjuk rasa tersebut. Mereka nekad ke Jakarta guna meminta pemerintah agar mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada petani bawang merah, yaitu dengan menghentikan impor bawang merah.
Sebab, kehadiran bawang merah impor telah mengakibatkan harga bawang merah lokal jatuh. Selama sekitar tujuh bulan terakhir, harga bawang merah lokal berada di bawah biaya produksi, yaitu Rp 5.500 per kilogram. Saat ini, harga bawang merah lokal masih berkisar Rp 3.500 per kilogram hingga Rp 4.000 per kilogram.
Koordinator unjuk rasa, Subekhan, mengatakan, para petani mendesak pemerintah menyelidiki dugaan adanya politik dumping yang dilakukan negara pengekspor bawang merah, seperti India dan China.
Politik dumping tersebut mengakibatkan harga bawang merah impor yang masuk ke Indonesia terjual dengan harga sangat murah, sekitar Rp 2.000 per kilogram. Para petani meminta agar pemerintah menghentikan impor bawang merah, karena telah mengakibatkan nasib petani bawang merah lokal terpuruk. Padahal, bawang merah merupakan komoditas andalan para petani di Kabupaten Brebes.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar