Jumat, 20 April 2012

Bangunan Tua Pasar Bulu Terancam Hilang


Cagar Budaya
Bangunan Tua Pasar Bulu Terancam Hilang
Winarto Herusansono | Nasru Alam Aziz | Kamis, 12 April 2012 | 20:15 WIB
Dibaca: 753
|
Share:
KOMPAS/WINARTO HERUSANSONOStruktur kolom penopang Pasar Bulu, Kota Semarang, Jawa Tengah, berbentuk cendawan nampak kokoh meski terkesan kurang terawat, Minggu (8/4/2012).

SEMARANG, KOMPAS.com
 — Sejumlah bangunan cagar budaya di Kota Semarang, Jawa Tengah, terancam hilang apabila masyarakat gagal mempertahankan bangunan tua, seperti Pasar Bulu di kawasan Tugu Muda. Bangunan Pasar Bulu yang kini berusia lebih dari 60 tahun dinilai sudah layak masuk cagar budaya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
"Bangunan Pasar Bulu adalah karya asli arsitek pribumi, menjadi kebanggaan melengkapi tata ruang kawasan Tugu Muda," kata pengamat arsitektur bangunan dari Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Semarang, P Kriswandono, Kamis (12/4/2012), dalam diskusi menyelamatkan bangunan cagar budaya di gedung Lawang Sewu, Semarang.
Dalam diskusi juga terungkap harapan agar pemerintah tidak sewenang-wenang merobohkan bangunan tua di kawasan Tugu Muda. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang 2011-2013, kawasan Tugu Muda merupakan kawasan cagar budaya.
Kriswandono mengatakan, sebagai karya arsitek Semarang tempo dulu, bangunan Pasar Bulu memiliki nilai budaya penguatan kepribadian bangsa. Bangunan ini merupakan simbol kebanggaan sehingga layak dilindungi. Sayangnya, perlindungan keberadaan bangunan cagar budaya minim.
Selama ini, Pemerintah Kota Semarang dinilai belum memiliki kepedulian tinggi atas pentingnya pelestarian bangunan cagar budaya. Kasus rencana pembongkaran gedung Pasar Bulu merupakan bukti terancamnya bangunan cagar budaya oleh budaya kapitalisme.
Kota Semarang sudah berulang kali kehilangan bangunan cagar budaya, seperti hancurnya Hotel Dibya Puri dan sejumlah bangunan kuno di kawasan kota lama Semarang.
Pengamat struktur bangunan, Nelwan, menilai struktur bangunan Pasar Bulu masih kokoh, mampu bertahan lebih 50 tahun lagi meski harus berdampingan dengan struktur bangunan baru. Meski lebih dari 10 tahun tidak memperoleh perawatan yang lazim, bangunan tiang fondasi, kolom bentangan yang terbuat dari baja serta kusen-kusen jendala, pintu, dan lantai ubin di pasar induk masih utuh.
Hingga kini ada tiga bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai pasar tradisional yang diincar investor, yakni bangunan Pasar Johar, Pasar Randusari, dan Pasar Jatingaleh
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar