Rabu, 18 April 2012

9 Rumah Tersambar Petir, Empat Rusak


9 Rumah Tersambar Petir, Empat Rusak
Siwi Nurbiajanti | Agus Mulyadi | Selasa, 17 April 2012 | 23:31 WIB
Dibaca: 1072
|
Share:
SHUTTERSTOCK
BREBES, KOMPAS.com — Sembilan rumah di Desa Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tersambar petir, Selasa (17/4/2012) dini hari. Empat rumah rusak, dan satu di antaranya rusak parah, serta sembilan televisi milik sembilan keluarga juga rusak.
Rumah yang rusak parah yaitu milik Zaenuri (29), warga RT 1, RW 5, sedangkan tiga rumah yang rusak ringan yaitu milik Masroni (47), Rawiyah (60), dan Edi (33).
Rumah Zaenuri terbakar pada bagian atap sehingga sebagian isi rumah, seperti kasur dan peralatan elektronik, ikut terbakar, termasuk meteran listrik. Sementara tiga rumah lainnya mengalami pecah pada bagian kaca dan plafon, serta kerusakan pada televisi.
Petir menyambar rumah warga di desa Kaligangsa, saat wilayah itu disiram gerimis.
Menurut istri Zaenuri, Purwaningsih (34), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, ketika ia sedang tidur bersama dua anaknya, yaitu Niko Jenda Saputra (9) dan Laura Sinta Belas (4), di kamar depan. Suaminya bekerja di Jakarta sebagai tukang batu.
Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan, diikuti pecahnya jendela depan. Purwaningsih segera bangun dan menyelamatkan anak-anaknya untuk keluar rumah. Sesaat setelah berdiri, kasur yang digunakan untuk tidur terkena percikan api dan terbakar.
"Suara ledakan seperti bom sehingga saya segera menyelamatkan anak-anak," katanya.
Meskipun selamat, kedua anak Purwaningsih mengalami luka bakar ringan di bagian kaki dan tangan. Sebelum mengenai atap dan bagian dalam rumah, petir menyambar antena televisi yang dipasang pada tiang bambu dan menempel pada kamar depan.
Api yang membakar perabotan rumah dipadamkan oleh warga dengan menggunakan peralatan seadanya.
Untuk sementara, keluarga tersebut terpaksa menumpang di rumah tetangga karena sebagian besar genting hancur sehingga atap rumah berlubang dan mudah kemasukan air saat hujan.
Rawiyah, warga lainnya, mengatakan, bencana petir baru pertama terjadi di wilayahnya. Petir datang secara tiba-tiba di saat masyarakat sedang tertidur lelap. "Kaca depan rumah saya juga pecah karena terkena petir," ujarnya.
Sekretaris Desa Kaligangsa Kulon, Masroni, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan bencana tersebut ke Pemkab Brebes. Pendataan sudah dilakukan, tetapi hingga Selasa siang belum ada bantuan yang disalurkan kepada warga.
Sehubungan dengan kejadian itu, Koordinator Tim SAR Brebes, Adhe Dhanie Raharjo, mengatakan, Tim SAR juga sudah mendata rumah-rumah yang rusak. Rencananya, mulai Rabu ini Tim SAR Brebes bersama dengan TNI dan polisi akan bersama-sama membantu memperbaiki rumah warga yang rusak tersambar petir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar