Kamis, 29 Maret 2012

Yogyakarta Memiliki Kekayaan Desa Budaya


Yogyakarta Memiliki Kekayaan Desa Budaya
I Made Asdhiana | Kamis, 23 Februari 2012 | 16:28 WIB
Dibaca: 846
|
Share:
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga mengikuti kirab tradisi Tuk Sibedug di pinggir Selokan Mataram di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (18/6/2010). Tradisi tersebut dilangsungkan sebagai ungkapan syukur atas berkah Tuhan serta napak tilas perjalanan Sunan Kalijaga di desa tersebut.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 - Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta, Widi Utaminingsih mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata unggulan memiliki kekayaan desa budaya yang perlu dipelihara dan dikembangkan. "Desa budaya yang jumlahnya cukup banyak di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi sebagai aset dan andalan pariwisata daerah ini, apalagi jika dikembangkan dan dibina dengan baik," kata Widi di Yogyakarta, Kamis (23/2/2012).
Desa budaya ini memiliki potensi sebagai obyek wisata yang bisa menarik minat wisatawan.
-- Widi Utaminingsih
Menurut Widi, di Provinsi DIY banyak desa budaya yang masing-masing memiliki ciri khas, peninggalan budaya, adat maupun tradisi yang hingga saat ini masih dilestarikan masyarakat dan menjadi bagian kehidupan mereka. "Desa budaya ini memiliki potensi sebagai obyek wisata yang bisa menarik minat wisatawan, baik dari mancanegara maupun nusantara mengunjungi daerah ini," katanya.
Yayasan yang dipimpinnya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.
Menurut Widi, setiap desa budaya memiliki potensi yang bisa dikembangkan, baik dari adat istiadat, seni, maupun tradisi dan peninggalan budaya nenek moyang.
Oleh karena itu, lanjut Widi, desa budaya bisa dikembangkan sebagai desa tujuan wisata dengan menggerakkan potensi warga setempat.
Ia mengatakan, dengan berkembangnya desa budaya tentu secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan warga setempat melalui upaya "menjual" potensi desanya. "Para wisatawan yang berkunjung ke desa budaya bisa menikmati alam pedesaan, termasuk melihat kehidupan adat istiadat maupun tradisi warga setempat, "katanya.
Widi mengharapkan, pemerintah setempat dan pemangku kepentingan desa budaya untuk mengembangkan dan membina masyarakat di desa itu untuk terus memelihara budaya dan adat istiadat.
Sumber :
Antar
a

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar